Selamat datang di CV AGEE Fitama

kami melayani kebutuhan anda untuk alat alat terkini seperti laptop, Komputer dan berbagai teknologi Informasi, Meubelair, Aplikasi dan segala kebutuhan Sekolah dan perkantoran. saat ini kami telah melayani pembelanjaan elektronik dari Pemerintah indonesia seperti (ecatalog, siplah, dan lainya). Silakan hubungi, kami siap membantu menyediakan segala keperluan anda

Daftar Barang

Card image cap

Daftar Berita

Bahaya Jarang Melakukan Perawatan AC Secara Rutin

26-09-2025 Teknologi Tips Trick

Perawatan unit Air Conditioning di kantor yang meliputi cuci AC dan service rutin AC kantor perlu dilakukan secara berkala agar unit AC dapat bekerja secara optimal. Salah satu kendala yang sering dikeluhkan jika kita jarang melakukan cuci AC dan service berkala adalah AC yang terasa tidak dingin. AC yang tidak dingin dan hanya mengeluarkan hawa panas saja sering dikeluhkan oleh karyawan yang bekerja. Suasana dan kondisi ruang kantor yang panas membuat karyawan terasa tidak nyaman dan berdampak pada pekerjaan menjadi kurang produktif. Namun perlu diketahui, dampak dari jarang melakukan cuci AC berkala maupun service rutin tidak hanya menyebabkan AC tidak dingin saja loh. Pada artikel ini kita akan membahas akibat dari jarang cuci dan service rutin AC kantor. Jenis AC yang Sering Digunakan di Kantor Untuk penggunaan di kantor ada dua jenis tipe AC yang umum digunakan. Biasanya kantor baik ukuran kecil maupun perusahaan besar akan menggunakan AC jenis split ataupun cassette. Apa saja perbedaan dari AC Split ataupun AC Cassette? AC Split adalah salah satu jenis AC yang sering ditemukan dan banyak digunakan di rumah maupun ruko atau perkantoran ukuran kecil. Sesuai dengan namanya, AC Split terdiri dari 2 komponen utama yang terpisah, yaitu: Unit pendingin yang dipasang di dalam ruangan Unit berbentuk kipas untuk pembuang panas yang berada di luar ruangan Sedangkan AC Cassette adalah serupa dengan AC Split karena terdapat 2 unit, bedanya adalah AC Cassette terpasang pada bagian plafon ruangan. Berbeda dengan AC Split yang terpasang pada dinding ruangan. AC jenis ini cocok untuk ruangan kerja atau ruangan meeting yang besar karena pendinginan akan lebih optimal dibanding dengan memasang beberapa AC tipe Split. Apa Saja Akibat Tidak Melakukan Perawatan AC Secara Rutin? Terlepas dari jenis AC yang digunakan, baik itu AC Split ataupun AC Cassette, perlu dilakukan perawatan secara berkala. AC yang tidak dirawat secara rutin dapat menimbulkan berbagai masalah seperti: Debu dan Kotoran Menumpuk AC yang jarang dicuci dapat menyebabkan debu dan kotoran menumpuk pada bagian dalam dari unit AC, baik itu unit indoor maupun outdoor. Debu yang menumpuk pada bagian filter dari unit indoor misalnya, dapat menyebabkan AC tidak dapat bekerja secara optimal. Selain itu filter AC yang kotor dan penuh debu dapat menjadi sarang penyakit. AC Terasa Panas Debu dan kotoran yang menumpuk pada AC membuat AC tidak dapat bekerja untuk mendinginkan ruangan secara optimal. Akibatnya meskipun AC dinyalakan sudah lama atau diatur pada suhu rendah, ruangan tidak terasa dingin sama sekali. Tagihan Listrik Menjadi Lebih Mahal Filter yang kotor membuat AC tidak maksimal dalam mendinginkan ruangan. Hal ini berdampak langsung pada biaya penggunaan AC atau tagihan listrik juga menjadi lebih mahal karena AC bekerja 2x lipat lebih berat untuk mendinginkan ruangan. AC Menjadi Cepat Rusak AC yang jarang diservice dan dilakukan perawatan berkala berisiko memiliki usia pakai yang lebih pendek dan rentan rusak. Akibatnya AC tidak jarang menimbulkan kerusakan yang mengakibatkan biaya yang dikeluarkan jauh lebih besar untuk perbaikan dan penggantian AC dibandingkan dengan biaya perawatan atau service berkala. Sumber: https://www.bhinneka.com/blog/bahaya-jarang-melakukan-perawatan-ac-secara-rutin/ Bila memerlukan berbagai perlengkapan IT mulai dari aksesoris, sparepart, hingga perangkat terbaru langsung saja ke AgeeComputer, lengkap, terpercaya, dan siap jadi solusi kebutuhan IT mu!

Tanda dan Ciri – Ciri Harddisk Mulai Rusak

23-09-2025 Teknologi

Mengetahui tanda dan ciri – ciri harddisk mulai rusak merupakan hal penting yang perlu diketahui oleh pengguna komputer, baik itu desktop ataupun laptop. Harddisk merupakan salah satu perangkat penting yang menyimpan seluruh data yang terdapat dalam suatu komputer. Adanya masalah atau kerusakan pada harddisk dapat memunculkan masalah besar seperti harddisk menjadi error, tidak terbaca hingga kehilangan seluruh data. Ada beberapa tanda dan ciri yang menunjukkan apabila harddisk pada komputer yang Anda miliki mulai mengalami gangguan. Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai apa saja tanda dan ciri – ciri dari harddisk mulai rusak. Penyebab Harddisk Rusak Harddisk Terbentur / Terjatuh Tidak hanya rawan dialami harddisk eksternal, risiko harddisk terbentur atau terjatuh juga seringkali dialami pada harddisk internal yang digunakan baik pada laptop atau komputer. Hal ini bisa terjadi misalnya pada saat Anda merakit desktop atau mengganti harddisk pada desktop atau laptop yang Anda miliki. Harddisk yang terbentur atau terjatuh berpotensi muncul kerusakan pada cakram pemutar yang membuat harddisk tida bisa membaca filen di dalamnya. Umur Harddisk Setiap perangkat elektronik memiliki rentang usia pemakaiannya sendiri. Hal ini termasuk harddisk. Jika harddisk yang Anda gunakan sudah cukup lama, maka ada kemungkinan harddisk mulai melemah dan muncul gangguan – gangguan saat pemakaian. Virus Harddisk juga dapat rusak atau mengalami gangguan apabila terinfeksi virus. Umumnya virus ini berasal dari aplikasi, file, dokumen yang Anda download dari internet atau saat Anda browsing pada website – website di internet. OverheatPanas berlebihan pada perangkat yang Anda pakai mempengaruhi performa kerusakan harddisk.  Semakin lama Anda memakai perangkat dalam keadaan overheat, maka harddisk pun akan semakin cepat rusak. Ciri – Ciri Harddisk Mulai Rusak Kerusakan harddisk dapat diakibatkan oleh beberapa hal, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Umumnya kerusakan harddisk dapat terjadi secara tiba – tiba seperti sistem operasional tidak dapat booting atau dimulai dengan sejumlah gejala dan tanda kerusakan terlebih dahulu. Muncul Suara Aneh Pada HarddiskHarddisk yang mulai rusak biasanya akan menimbulkan suara aneh hingga berisik. Misalnya saja pada harddisk yang tidak terbaca, akan terdengar bunyi “klik” terus menerus. Atau terdengar bunyi yang kencang dan tidak wajar saat harddisk berkerja. Komputer Terasa LemotSalah satu tanda harddisk mulai error atau rusak adalah proses yang lama atau bisa dikatakan lemot. Hal ini disebabkan adanya komponen di dalam harddisk yang mengalami error sehingga tidak bisa membaca data. Bahkan tidak jarang ini membuat komputer menjadi hang Proses Booting Lama, Error Screen & Blue ScreenHarddisk yang mulai error juga ditandai dengan proses booting masuk ke sistem operasi seperti Windows yang terasa lama. Hal ini juga kadang disertai dengan munculnya pesan error atau tampilan blue screen sehingga Anda perlu melakukan restart pada komputer. Hardisk Tidak Dapat Diformat Ciri hardisk rusak adalah saat kamu melakukan formating data pada harddisk tidak bisa dilakukan/gagal. Kerusakan pada DataHarddisk yang mulai rusak juga ditandai dengan tidak bisanya Anda untuk mengakses file atau data yang tersimpan di dalamnya. Misalnya saja file tidak dapat dibuka dan corrupt, atau file tidak dapat dipindahkan atau di copy ke tempat lain. Kesehatan (Health) Harddisk tidak 100%Anda juga dapat mengecek kesehatan harddisk dengan bantuan aplikasi atau software tambahan. Umumnya software ini dapat membantu menganalisa kesehatan dan performa harddisk seperti status sector hardisk, temperature suhu hardisk dan sebagainya. Anda dapat melihat status kesehatan harddisk Anda dan perlu waspada jika kesehatan / health harddisk Anda sudah dibawah 100% seperti sudah 30%.   Sumber : https://www.bhinneka.com/blog/tanda-dan-ciri-ciri-harddisk-mulai-rusak/ Tanda dan Ciri – Ciri Harddisk Mulai Rusak? Jangan tunggu sampai data hilang, segera ganti harddiskmu di AgeeComputer – solusi cepat, terpercaya, dan bergaransi!      

10 Tanda Anda Harus Upgrade Laptop atau Desktop PC

23-09-2025 Teknologi

Berapa lama usia laptop atau desktop PC ? Kapan sebaiknya Anda upgrade laptop atau PC ? Usia laptop atau PC sering jadi alasan untuk membeli komputer baru. Saat usia komputer sudah tidak layak untuk digunakan bekerja oleh karyawan, ini artinya Anda harus persiapkan dana cukup besar untuk upgrade komputer kantor. Ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan saat upgrade laptop dan PC, baca selengkapnya disini. Apalagi untuk usaha kecil menengah harus lebih ketat untuk pengadaan laptop dan desktop untuk karyawan. Pembelian laptop pastinya akan diiringi berbagai biaya lain, seperti: biaya perawatan, biaya instalasi aplikasi, penyimpanan, serta waktu dan biaya untuk menjual aset komputer lama. Berapa Lama Usia Laptop dan Desktop ? Usia laptop dan desktop PC yang panjang jadi daya tarik konsumen bisnis. Komputer yang bisa bertahan lama dapat menghemat biaya pengadaan. Karena awet, perusahaan tidak perlu keluarkan banyak uang dalam waktu singkat. Uangnya dipakai untuk pengadaan laptop dan PC bisa dialihkan untuk hal produktif lainnya. Apalagi untuk usaha kecil menengah, pengadaan terlalu sering akan menggangu cash flow yang terbatas. Rata-rata usia laptop mencapai lima tahun. Perawatan rutin membuat usia laptop bisa lebih awet. Namun, untuk dukungan aplikasi mungkin tidak lagi banyak yang mendukung. Ketersediaan dukungan aplikasi dan sistem operasi jadi penyebab laptop tidak bisa digunakan lebih lama. Sedangkan, usia desktop PC bisa tiga tahun lebih lama, atau hingga delapan tahun. Komponen yang mudah diupgrade membuat usianya lebih panjang. Kapan Saatnya Upgrade Laptop dan Desktop PC ? Berikut ini adalah 10 tanda kapan Anda harus upgrade laptop dan PC kantor: 1. Masalah Kompatibilitas saat Upgrade Hardware Beberapa jenis laptop dan semua desktop PC bisa di-upgrade hardwarenya. Misalnya jika Anda ingin tambah RAM dan tiba-tiba muncul masalah kompatibilitas, ini artinya komputer Anda sudah tidak mendukung hardware versi terbaru. Masalah kompatibilitas yang terlalu kompleks kadang memaksa Anda untuk upgrade seluruh hardware di dalam komputer. Jika Anda menemui masalah ini, lebih baik beli desktop atau laptop baru saja. 2. Tidak Bisa Update Sistem Operasi Setiap versi sistem operasi punya usianya. Jika Anda yang rutin memperbarui sistem operasi Windows atau Mac masalah ini bisa diatasi dengan upgrade sistem operasi lebih dulu. Namun, jika komputer Anda sudah tidak kompatibel dengan sistem operasi terbaru lebih baik upgrade laptop saja. Lebih penting dapat upgrade sistem operasi karena pastinya lebih aman, memperbaiki bug yang ada, dan meningkatkan produktivitas Anda di masa depan. 3. Tidak Dapat Dukungan Keamanan Lagi Jika laptop dan desktop PC sudah tidak mendukung versi sistem operasi terbaru, ini adalah awal dari bencana keamanan di perusahaan Anda. Selain sistem operasi, pastikan setiap aplikasi yang diinstal di komputer tetap mendapat update keamanan. Jika developer sudah tidak menyediakan update keamanan untuk sistem komputer Anda segera lakukan upgrade laptop atau desktop PC. Aplikasi dan sistem operasi yang tidak diupdate memiliki banyak celah keamanan. 4. Terlalu Sering Servis Komputer Servis komputer sering dilakukan karena dianggap lebih hemat biaya dibanding beli komputer baru. Namun, apakah Anda juga menghitung biaya yang dikeluarkan untuk membawa komputer ke tukang servis. Apakah juga sudah dihitung biaya servisnya termasuk biaya perbaikan terus menerus di kemudian hari ? Apakah sudah menghitung berapa kerugian akibat hilangnya produktivitas karyawan ? Coba bandingkan dengan biaya upgrade laptop baru, mana yang lebih hemat ? 5. Spare Part Pengganti Sudah Tidak Dijual Kerusakan yang cukup fatal, seperti layar retak, keyboard rusak, atau trackpad yang pecah harusnya membuat Anda berpikir untuk beli komputer baru. Meskipun bisa diperbaiki, namun belum tentu hardware atau spare part pengganti tersedia pasaran. Daripada Anda beli komponen bekas yang belum tentu asli dan memperbaiki masalah lebih baik beli laptop atau PC baru saja. 6. Kipas Komputer Berisik Salah satu tanda komputer akan rusak total adalah kipasnya bekerja sangat keras meski tidak sedang digunakan untuk tugas berat. Hardware yang ketinggalan jaman tidak akan sanggup menjalankan versi terbaru sistem operasi atau aplikasi. Hardware akan dipaksa bekerja ekstra sehingga membuat suhu naik dan kipas berputar lebih cepat. Jika Anda menemui masalah ini, segera ganti komputer baru. 7. Loading Aplikasi Sangat Lama Perangkat keras yang tua tidak bisa mengimbangi aplikasi yang rutin mendapat update. Anda bisa menemukan informasi apakah komputer Anda masih kompatibel dengan versi terbaru aplikasi dengan mengecek Persyaratan Sistem Minimum dari setiap aplikasi. Daripada Anda menggunakan aplikasi versi lama yang tidak aman lebih baik pertimbangkan untuk beli komputer baru. 8. Karyawan Butuh Performa Lebih Cepat Pernahkah Anda menghitung berapa banyak kerugian akibat pekerjaan yang lambat karena komputer tua ? Jika Anda ingin karyawan bekerja lebih cepat, pertimbangkan untuk ganti komputer tua ke yang baru. Karyawan Anda akan lebih bahagia, tidak stress akibat loading yang sangat lama. Komputer baru bisa buka aplikasi lebih cepat, tugas lebih cepat selesai, dan bisa langsung diteruskan ke bagian lain. 9. Masalah Multitasking yang Mengganggu Jika menggunakan satu aplikasi saja sudah lemot, apalagi banyak aplikasi dalam waktu bersamaan. Komputer yang tidak kuat menjalankan satu atau dua aplikasi bersamaan sulit untuk terus dipertahankan. Tanda saatnya Anda harus beli laptop baru adalah saat pindah aplikasi terasa lambat (bahkan sampai error). Perlu Anda pahami bahwa dulu komputer hanya dirancang untuk membuat dokumen, sehingga sulit menandingi kebutuhan sekarang saat komputer dibutuhkan untuk browsing, streaming, sampai editing. 10. Startup dan Shutdown Sangat Lama Terakhir, tanda utama yang mengharuskan Anda upgrade laptop atau desktop PC adalah saat komputer terlalu lama saat booting. Coba bayangkan, untuk memulai dan matikan sistem saja sudah lama apalagi untuk menggunakan aplikasi yang lebih berat. Jangan harap bisa mulus berpindah aplikasi saat multitasking. Ditambah lagi, sistem operasi terus dapat update dan akan menjadi semakin berat hari demi hari. Sumber: https://www.bhinneka.com/blog/upgrade-laptop-desktop-pc/ Laptop atau Desktop PC mulai melambat dan butuh peningkatan performa? Bawa ke Ageecomputer, kami siap upgrade dengan layanan profesional dan komponen berkualitas!  

Berita Lain

Semua

Apa Perbedaan Smart TV dan Android TV?

Salah satu hal yang sering membuat bingung ketika ingin membeli TV saat ini adalah membedakan Smart TV dan Android TV. Apakah keduanya sama? Jika berbeda, apa saja perbedaan Smart TV dan Android TV? Oleh karena itu, kami membuat artikel ini untuk membantu Anda memahami perbedaan di antara keduanya. Seiring berkembangnya kemajuan teknologi, kini hampir semua TV yang dijual di pasaran, termasuk di Bhinneka.com, berjenis Smart TV atau TV pintar. Secara umum, pengertian Smart TV adalah TV yang dibekali sistem operasi sehingga bisa melakukan pekerjaan komputasi layaknya PC atau smartphone. Smart TV dapat terhubung ke internet melalui WiFi atau LAN serta bisa diinstal berbagai aplikasi hiburan. Smart TV kini tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari: 32 inch, 40 inch, 43 inch, 50 inch, hingga 90 inch. Pilihan resolusi layar juga bermacam-macam, mulai dari yang standar HD Ready, Full HD, 4K UHD, hingga 8K. Beragam jenis Smart TV dijual oleh merk ternama dunia, seperti: Samsung, LG, Sharp, Sony, dan Toshiba. Beberapa di antara mereka ada yang menjual Smart TV, ada pula yang menjual Android TV atau Google TV. Supaya tidak salah beli, kami akan bantu jelaskan apa saja perbedaan antara Smart TV dan Android TV. Kami juga sertakan kelebihan dan kekurangan untuk membantu Anda memilih mana jenis TV yang tepat sesuai kebutuhan. Apa itu Smart TV? TV pintar atau Smart TV adalah TV yang memiliki sistem operasi sehingga bisa diinstal aplikasi, menjalankan fitur atau layanan tertentu, dan mencari informasi di internet. Supaya bisa berfungsi optimal, TV ini perlu dihubungkan ke jaringan internet melalui WiFi atau LAN. Setelah terhubung, Anda bisa instal aplikasi layanan streaming atau layanan content on demand dan menyaksikan video atau film yang tidak bisa ditonton di TV biasa. Smart TV juga bisa diinstal berbagai aplikasi lainnya, seperti: game, browser, pemutar musik, media sosial, hingga layanan untuk memantau perangkat IoT (Internet of Things). Semua aplikasi tersebut tersedia di toko aplikasi seperti halnya Google Play Store pada smartphone Android. Smart TV menggunakan sistem operasi yang dibuat sendiri oleh pabrikannya. Misalnya, Samsung menggunakan Tizen dan LG menggunakan WebOS. Aplikasi yang bisa diunduh di masing-masing OS sudah melalui proses verifikasi keamanan dan kompatibilitas. Tujuannya untuk keamanan akun dan supaya aplikasi dapat berjalan lancar dengan sistem operasi TV. Apa itu Android TV? Android TV adalah TV yang memiliki sistem operasi dan bisa dipasang aplikasi hiburan, games, dan produktivitas. Bedanya dengan Smart TV, sistem operasi yang digunakan adalah Android TV dari Google. Sistem operasi ini diluncurkan pertama kali pada tahun 2014 dan kini sudah mencapai versi Android TV 13. TV dengan OS Android diproduksi oleh semua pabrikan TV yang tidak memiliki sistem operasi sendiri, contohnya: Changhong, Sony, Sharp, TCL, dan Xiaomi. TV dengan OS Android TV memiliki Google Play Store sebagai tempat untuk mencari dan instal aplikasi. Pilihan aplikasi lebih banyak dibanding Smart TV. Untuk hiburan ada aplikasi Netlfix, YouTube, Prime Video, Spotify, Disney+, Apple TV, Hulu, dan lainnya. Untuk aplikasi game, Anda bisa mainkan: Hungry Shark Evolution, Asphalt 8 Airbone, Minecraft, Deer Hunter, dan Grand Theft Auto. Untuk kemudahan penggunaan, Android TV menyediakan fitur Google Assistant yang bisa mencari konten atau informasi di internet melalui perintah suara. Anda juga bisa memantau perangkat IoT yang kompatibel dengan Google Home, seperti: lampu, kamera CCTV, kunci rumah, dan thermostat. Perbedaan Smart TV dan Android TV Berikut ini beberapa perbedaan yang bisa Anda temukan dari Smart TV dan Android TV: 1. Sistem Operasi yang Digunakan Smart TV umumnya menggunakan sistem operasi buatan sendiri. Misalnya: Smart TV Samsung menggunakan Tizen, LG menggunakan WebOS, dan beberapa TV Toshiba menggunakan Vidaa OS. Sedangkan, Android TV menggunakan sistem operasi Android TV dari Google. Sistem operasi Android TV digunakan oleh hampir semua merk TV yang tidak memiliki OS buatannya sendiri. 2. Harga Smart TV vs Android TV Secara umum, Android TV lebih mahal dibanding Smart TV dengan ukuran dan spesifikasi yang sama. Harganya lebih mahal karena lisensi sistem operasi Android dan integrasi ke ekosistem Google yang lebih luas. Berbeda dari Smart TV yang kompatibilitasnya terbatas hanya ke produk dari merek yang sama. Meski begitu, banyak merek yang menawarkan Android TV dengan harga lebih kompetitif, seperti: Xiaomi, Changhong, dan TCL. 3. Jumlah Aplikasi yang Tersedia Setiap sistem operasi TV memiliki toko aplikasi (semacam Google Play Store atau App Store) untuk mencari dan instal aplikasi. Perbedaan Smart TV dan Android TV yang cukup mencolok ada di jumlah aplikasi yang disediakan. Smart TV melakukan verifikasi ketat sehingga tidak sembarang aplikasi bisa diinstal di TV milik mereka. Sebaliknya, Anda bisa temukan lebih banyak aplikasi di Android TV, mulai dari yang populer hingga yang biasa. 4. Integrasi dengan Perangkat Lain Smart TV dan Android TV dirancang untuk dapat berintegrasi dengan perangkat lain seperti smartphone dan perangkat IoT. Namun bedanya ada pada merek perangkat yang bisa diintegrasikan. Smart TV umumnya hanya bisa terintegrasi ke perangkat dengan merk yang sama. Misalnya, untuk kontrol TV Samsung lebih optimal dengan smartphone Samsung yang sudah mendukung SmartThings. Begitu juga dengan perangkat lain seperti kulkas dan vacuum cleaner robot. Android TV menawarkan integrasi yang lebih universal ke banyak merek perangkat. Ini karena sistem Android memang sejatinya dirancang terbuka untuk banyak merek dan jenis perangkat. Google Cast bisa dilakukan dengan mudah dari semua merek smartphone. Anda juga bisa kelola lebih banyak perangkat IoT selama kompatibel dengan Google Home. Anda bisa gunakan perintah suara melalui remote TV untuk mengontrol semua perangkat IoT di rumah. 5. Antarmuka dan Pengalaman Pengguna Smart TV memiliki antarmuka yang lebih menarik dibanding Android TV. Tampilan UI dikustomisasi sesuai kebutuhan dan ciri khas masing-masing merek. Tampilan difokuskan untuk memudahkan konsumen mencari aplikasi streaming populer dan menu yang dibutuhkan. Developer sistem operasi juga rutin memberikan update perbaikan untuk menjaga performa UI agar tetap ringan. Berbeda dengan Android TV yang memiliki antarmuka sama di semua merek TV. Ini membuat tidak ada kesan spesial dari masing-masing merek TV yang dibeli. Nyaris tidak ada yang membedakan pengalaman antara satu merek Android TV dari merek lainnya. Meski terlihat membosankan, namun UI Android TV masih cukup mudah dipahami, sekalipun oleh pengguna pemula. Kelebihan dan Kekurangan Berikut ini kami rangkum kelebihan dan kekurangan dari Smart TV dan Android TV. Kelebihan dan Kekurangan Smart TV Kelebihan Smart TV dengan OS buatan sendiri adalah keamanan akun konsumen lebih terjamin. Kompatibilitas juga sudah dicek dengan semua seri TV untuk meminimalisir bug. Pengoperasian TV juga lebih mudah karena beberapa aplikasi penting, seperti Casting Mirroring, perintah suara, dan manajemen perangkat IoT sudah diinstal terlebih dulu. Kekurangan Smart TV dibanding Android TV adalah jumlah aplikasinya lebih sedikit. Ini disebabkan karena tidak sembarang aplikasi bisa masuk ke dalam toko aplikasi. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena beberapa aplikasi populer, seperti: YouTube, Netflix, Prime Video, Apple TV pasti sudah tersedia. Kelebihan dan Kekurangan Android TV Kelebihan Android TV adalah punya koleksi aplikasi lebih banyak dibanding Smart TV biasa. Anda bisa hubungkan akun Google di smartphone Android ke TV untuk memudahkan sinkronisasi data histori film yang pernah ditonton. Smartphone Anda juga bisa digunakan untuk menggantikan remote untuk kontrol volume, pindah channel, matikan TV dan lainnya. Kekurangan Android TV adalah kadang memiliki kapasitas penyimpanan kecil sehingga tidak bisa instal banyak aplikasi. Kompatibilitas aplikasi juga tidak disesuaikan untuk masing-masing TV. Terkadang Anda bisa menemukan bug pada aplikasi yang hanya terjadi di seri atau merk TV tertentu saja. Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli TV Sebelum memutuskan untuk membeli Smart TV atau Android TV, ada beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan. Beberapa faktor berikut ini bersifat universal dan menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan terlepas dari apapun merek tv yang Anda beli, baik itu TV Samsung, LG, Sony, Toshiba dan lainnya. Ukuran Layar TV Ukuran TV merupakan yang paling umum dan faktor utama yang perlu dipertimbangkan. Seberapa besar TV yang Anda mau beli? Tentunya ini perlu disesuaikan dengan tempat di mana Anda akan menaruh TV tersebut. Untuk ruang tamu, Anda dapat memilih TV ukuran mulai dari 43 inch, 50 inch, 55 inch. Sedangkan untuk kamar, Anda dapat memilih TV dengan ukuran antara 32 inch hingga 43 inch. Tentunya ukuran yang berbeda berarti dimensi ukuran yang berbeda pula untuk TV tersebut. Perhatikan ukuran atau luas area meja TV tempat Anda akan menaruh TV tersebut. Resolusi Layar Pilihan selanjutnya adalah resolusi. Resolusi menentukan seberapa tajam dan detil kualitas dari tampilan TV tersebut. Umumnya pilihannya adalah Full HD, 4K Ultra HD hingga 8K. Khusus ukuran layar 32 inch pilihan resolusi hanya sampai HD saja. Yang perlu diingat adalah resolusi yang sama belum tentu berarti kualitas yang sama pada ukuran TV yang berbeda. Misalnya saja resolusi Full HD akan terlihat detil dan tajam pada TV 40 inch atau 43 inch, namun tidak terlalu detil pada ukuran TV 55 inch atau 65 inch. Teknologi TV Teknologi tampilan TV lebih merujuk kepada jenis TV tersebut apakah TV LCD, LED, atau OLED. Umumnya ini lebih ke arah teknologi yang digunakan pada layar TV untuk menampilkan gambar dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Misalnya TV OLED yang lebih mahal dari TV LCD dan LED, cenderung memiliki kontras yang lebih baik. Teknologi tampilan TV baik LCD, LED atau OLED umumnya ditunjang dengan teknologi atau fitur kualitas gambar pada masing-masing TV. Umumnya perbedaan detil antara masing-masing jenis TV tidak terlalu ketara atau sulit dibedakan. Software atau Sistem Operasi Google dan Android sudah berpengalaman dalam urusan sistem operasi. Anda bisa mendapatkan update versi dan keamanan lebih lama jika memilih Android TV. Sedangkan, Smart TV bergantung pada kemampuan developer dari pabrikan untuk rutin melakukan pembaruan. Jika suatu saat merek memutuskan menyetop dukungan untuk OS yang dibesutnya, besar kemungkinan Anda tidak akan mendapatkan update atau perbaikan bug lagi. Kesimpulan Perbedaan Smart TV dan Android TV yang paling utama ada pada sistem operasinya. Smart TV menggunakan sistem operasi buatan sendiri. Contohnya Samsung Smart TV yang menggunakan Tizen dan LG menggunakan WebOS. Sedangkan, sistem Android TV digunakan oleh hampir semua TV yang tidak memiliki atau mampu untuk mengembangkan sistem operasinya sendiri. Aplikasi yang tersedia di Smart TV lebih sedikit dibanding Android TV karena harus melalui proses verifikasi lebih dulu. Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan akun dan kompatibilitas dengan semua merek TV yang dijual. Android TV sedikit ‘lebih bebas’ dengan aplikasi untuk TV. Ini membuat lebih banyak aplikasi bisa Anda pasang mulai dari yang paling populer hingga yang biasa-biasa saja. Dari segi pengalaman pengguna, Smart TV lebih nyaman untuk konsumen karena performanya lebih stabil dan ringan. Mereka dapat mengakses menu dan berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain dengan cepat. Berbeda dari Android TV yang terkadang ditemukan bug pada beberapa merek dan tipe TV tertentu. Untuk Anda yang sedang mencari Smart TV atau Android TV, kami sarankan untuk tidak hanya fokus ke sistem operasinya saja. Ada hal yang lebih penting seperti ukuran dan resolusi layar yang langsung berdampak pada kenyamanan Anda saat menonton. Sumber: https://www.bhinneka.com/blog/perbedaan-antara-smart-tv-dan-android-tv/ Untuk kamu yang sedang mencari berbagai pilihan Smart TV maupun Android TV dengan kualitas terbaik, langsung saja ke ageecomputer lengkap, terpercaya, dan siap jadi solusi hiburan di rumahmu!

Beda RAM dan ROM pada HP dan Komputer. Awas Keliru!

Saat memilih laptop atau smartphone, mungkin banyak dari kita masih bingung akan beda ram dan rom pada hp dan komputer. RAM dan ROM merupakan istilah yang sering kita dengar saat memilih laptop, komputer hingga smartphone. Baik RAM maupun ROM sama – sama menunjukkan kemampuan atau spesifikasi yang dimiliki dari komputer, laptop atau smartphone. Akan tetapi, baik RAM atau ROM memiliki perbedaan yang signifikan dari segi fungsinya. Salah dalam memahami RAM dan ROM dapat membuat Anda salah memilih spesifikasi untuk laptop atau smartphone. Pada artikel kali ini akan dibahas singkat mengenai beda dari RAM dan ROM serta apa saja fungsi dan kegunaan dari kedua perangkat tersebut. Pengertian RAM RAM merupakan singkatan dari Random Access Memory. RAM menyimpan data program aplikasi pada komputer, laptop hingga smartphone saat perangkat dalam kondisi menyala. RAM juga berguna untuk menyimpan data dari aplikasi saat sedang digunakan. Secara awam, RAM dapat dipahami sebagai perangkat atau modul yang berfungsi agar komputer atau smartphone tidak lemot. Semakin tinggi atau besar RAM, maka perangkat dapat beroperasi dengan mudah dan cepat. Pengertian ROM ROM merupakan singkatan dari Read Only Memory. Secara awam, istilah ROM mungkin dapat diartikan sebagai storage atau kapasitas penyimpanan data. Hal ini tidak lepas dari fungsi ROM untuk menyiimpan data yang bersifat permanen. ROM digunakan saat Anda hendak menyimpan data atau file seperti dokumen, foto, video ke dalam perangkat. Perbedaan RAM dan ROM pada HP dan Komputer Setelah memahami pengertian dasar dari RAM dan ROM, tentu Anda sudah memiliki gambaran dari fungsi RAM dan ROM baik pada smartphone atau komputer dan laptop. Ada sejumlah hal mendasar yang membedakan antara RAM dan ROM, antara lain: Kapasitas RAM memiliki kapasitas dengan ukuran mulai dari MB hingga GB dan khusus pada komputer atau laptop, RAM juga dapat ditingkatkan kapasitasnya. Sedangkan pada smartphone, biasanya RAM sudah sesuai dengan spesifikasi dari produsen dan tidak bisa ditambahkan. Beberapa smartphone memiliki RAM hingga 6 GB, 8 GB bahkan hingga 12GB. Sedangkan pada laptop atau komputer ukuran RAM mulai dari 4 GB, 8 GB, hingga 128 GB dan lebih tergantung kustomisasi. Berbeda dengan ROM, ROM biasanya memiliki ukuran yang jauh lebih besar karena digunakan untuk menyimpan data. Pada smartphone, ukuran ROM bervariasi mulai dari 64 GB, 128 GB, atau 256 GB misalnya. Pada komputer atau laptop, ukuran ROM sering disamakan dengan kapasitas storage atau besar harddisk yang digunakan. Pada harddisk biasanya ukuran penyimpanan seperti 1TB, 2TB. Sifat Penyimpanan Data Data yang disimpan pada ROM atau storage pada smartphone dan komputer akan bersifat permanen atau tidak hilang saat perangkat dimatikan. Data akan hilang bila dihapus oleh pengguna. Sebaliknya, penyimpanan data pada RAM hanya bersifat sementara, misalnya saat aplikasi digunakan. Data pada RAM akan hilang bila aplikasi dimatikan atau perangkat di-restart misalnya. Daya yang Digunakan ROM tidak membutuhkan daya listrik untuk menyimpan dan menjaga data atau file yang tersimpan di dalamnya. Hal ini yang menyebabkan data atau file kita yang sudah tersimpan tidak hilang meski smartphone, komputer, atau laptop mati atau di-restart. Sebaliknya, RAM membutuhkan daya listrik untuk menyimpan data. Sifatnya hanya sementara, sehingga bila perangkat dimatikan, file atau data akan hilang. Demikian penjelasan dan perbedaan dari RAM dan ROM. Dengan memahami perbedaan antara keduanya, Anda dapat lebih mudah menentukan spesifikasi dari smartphone atau laptop dan komputer yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Sumber: https://www.bhinneka.com/blog/beda-ram-dan-rom-pada-hp-dan-komputer-awas-keliru/   Bila memerlukan berbagai perlengkapan IT mulai dari aksesoris, sparepart, hingga perangkat terbaru langsung saja ke AgeeComputer, lengkap, terpercaya, dan siap jadi solusi kebutuhan IT mu!

Apa itu Chipset ? Serta Fungsinya di Hp Android dan iOS

Apa itu chipset ? Apa bedanya chipset dengan prosesor atau SoC ? Apa fungsi chipset pada hp Android dan iPhone ? Istilah chipset mungkin sering Anda dengar atau baca saat membaca artikel tentang smartphone. Chipset adalah salah satu komponen penting pada smartphone dan tablet. Apa itu Chipset ? Pengertian chipset adalah “otak” smartphone yang terdiri dari berbagai komponen seperti: Pemroses data (CPU), pemroses grafik (GPU), pemrosesan kamera (ISP), DSP, Location GPS/GLONASS, Modem, dan lainnya. Jadi dalam satu chip terdapat banyak komponen yang penting untuk smartphone dan tablet Android atau iPhone. Karena memiliki banyak komponen penting, chipset bisa disebut sebagai “otak” dari smartphone atau tablet. Jadi semua fitur yang ada di smartphone diatur dan didukung oleh chipset. Chipset juga menyediakan dukungan pada resolusi layar. Chipset yang hanya mendukung layar Full HD tidak bisa dipasang di smartphone dengan resolusi layar 2K QHD, 4K UHD, atau di atasnya. Chipset juga biasa disebut SoC atau System on Chip. Chipset atau SoC adalah versi mini dari motherboard PC dan seluruh isinya. Alasan dibuatnya chipset adalah supaya bisa menghemat tempat sehingga smartphone dan tablet bisa bekerja layaknya PC atau laptop dengan ukuran lebih kecil. Selain itu, ukuran chipset yang lebih kecil namun multifungsi membuat konsumsi baterai lebih efisien. Fungsi Chipset di Hp Android dan iOS Chipset adalah salah satu komponen paling penting di smartphone. Di dalam chipset terdapat CPU, GPU, modem, ISP, NSP, DSP, Memory, dan lainnya. Di dalam satu paket chipset terdapat controller untuk video, audio, dan diplay layar, dukungan memori RAM yang digunakan, dan modem supaya hp bisa akses internet. Chipset keluaran terbaru kini juga sudah dilengkapi dengan fitur pengisian cepat dan komponen AI. Fungsi chipset pada hp Android dan iPhone adalah untuk mengatur berbagai tugas komputasi dan menghubungkan berbagai hardware di dalam hp. Chipset memiliki peran penting untuk menghubungkan CPU, GPU, memori, GPS, dan lainnya. Komponen-komponen di dalam chipset berfungsi mengatur pemrosesan data, grafis, kamera, modem, dan semua yang dibutuhkan smartphone. Fungsi Setiap Komponen di Dalam Chipset Chipset adalah serangkaian integrated circuit (IC) yang bertugas mengatur arus data antara CPU, GPU, memori, GPS, ISP, dan lainnya. Berbeda dengan chipset generasi awal, chipset keluaran terbaru saat ini sudah semakin “padat.” Tapi ada beberapa komponen penting yang wajib ada di dalam chipset. Setiap komponen punya fungsinya masing-masing. 1. CPU (Central Processing Unit) Central Processing Unit bisa dibilang otak utama dari chipset. CPU bertugas mengatur semua komponen yang ada di dalam smartphone. Jenis CPU yang paling banyak digunakan adalah berbasis ARM. ARM adalah perusahaan yang merancang arsitektur prosesor seperti Intel dan AMD. Namun, bedanya ARM tidak menjual CPU sendiri melainkan diproduksi oleh banyak vendor, seperti: Qualcomm, Mediatek, Samsung, Huawei, dan lainnya. CPU berfungsi untuk menerima, mengolah, dan mengatur semua pekerjaan. Saat kamera diaktifkan, CPU memberi tugas ke ISP untuk mengubah sinyal dari kamera menjadi gambar ke layar. Saat main game, data yang diolah CPU akan dibantu GPU sehingga tampilan grafis game bisa disajikan apik pada layar hp. Sama seperti prosesor PC atau laptop, CPU pada chipset juga terdiri dari banyak core (umumnya 8 core). Kecepatan clock disebut dalam satuan Hz. Kecepatan clock maksimal chipset saat ini hanya sampai 3.2 GHz. Walau masih lebih kecil dari prosesor PC, namun performanya hampir setara. Hanya saja, chipset dirancang untuk perangkat dengan baterai kecil sehingga konsumsi baterainya tidak boleh boros 2. GPU (Graphics Processing Unit) Sama seperti VGA atau Integrated Graphics pada prosesor, GPU pada chipset berfungsi memproses tampilan visual dari aplikasi ke layar smartphone. Semakin tinggi performa GPU, maka semakin halus kualitas grafis dan resolusi yang bisa ditampilkan di layar. GPU yang bagus juga bisa menjaga FPS (Frame per Second) game tetap stabil dan tidak patah-patah. Tidak seperti PC atau laptop, GPU pada chipset tidak bisa diupgrade atau ditambah dengan GPU eksternal. Jadi, kalau Anda ingin punya performa gaming yang lebih baik harus beli chipset yang lebih canggih atau mahal. Chipset kelas atas, misalnya Snapdragon 8 Series atau Mediatek Dimensity punya performa yang lebih baik untuk main game berat. 3. Modem, Bluetooth, WiFi Yang membedakan prosesor PC dan chipset adalah memiliki modem atau komponen untuk konektivitas. Modem di chipset memungkinkan hp Anda terhubung ke jaringan seluler (3G, 4G LTE, atau 5G). Chipset juga menyediakan dukungan Bluetooth supaya bisa bertukar data atau terhubung ke aksesoris gadget secara nirkabel. Chipset punya dukungan konektivitas WiFi supaya smartphone bisa terhubung ke jaringan WiFi. 4. DSP (Digital Signal Processor) DSP atau Digital Signal Processor pada chipset adalah komponen yang mengubah sinyal analog menjadi digital. Smartphone kita punya banyak sensor, misalnya sensor cahaya, sensor jarak, sensor suhu, gyroscope, dan lainnya. Semua informasi yang ditangkap sensor kemudian diolah oleh DSP pada chipset. Data dari sensor yang sudah diolah kemudian ditampilkan pada layar dan dieksekusi oleh aplikasi yang membutuhkan. 5. ISP (Image Signal Processor) ISP di dalam chipset adalah komponen yang bertugas menangkap dan mengolah sinyal gambar yang ditangkap oleh kamera. ISP menentukan bagus tidaknya kualitas foto atau video yang ditangkap kamera. Meskipun ISP termasuk komponen bawaan, namun produsen smartphone masih bisa memodifikasi ISP, contohnya Google dengan Pixel Visual Core dan chip AI agar foto lebih tajam dan terang. 6. Location (GPS atau GLONASS) Fitur Location sangat penting untuk smartphone. Oleh karena itu, chipset sudah dibekali komponen location untuk mencari dan menentukan lokasi Anda di aplikasi peta digital. Metode pemosisian yang paling umum digunakan adalah GPS dan GLONASS. GPS punya satelit lebih banyak sehingga lebih akurat. Sedangkan GLONASS punya sinyal lebih kuat dan orbit lebih tinggi namun kurang akurat. Chipset keluaran baru biasanya menggabungkan dua metode ini. Sumber: https://www.bhinneka.com/blog/chipset-adalah/ Mencari perlengkapan IT atau sparepart berkualitas? Langsung order ke ageecomputer, pilihan lengkap, harga bersahabat, dan terpercaya!

5 Risiko Menggunakan Toner dan Tinta Printer Palsu

Penggunaan tinta printer palsu dapat memberikan risiko besar bagi aset perusahaan Anda. Meskipun toner atau tinta palsu harganya lebih murah, risikonya harus dipertimbangkan karena bisa mendatangkan kerugian. Untuk meminimalisir risiko ini sangat disarankan untuk menggunakan tinta dan toner asli yang dijual oleh penjual resmi di Indonesia. Saat ini printer adalah salah satu peralatan kantor yang umum digunakan. Fungsinya sangat vital, mulai dari cetak invoice, proposal, daftar harga produk, dan berbagai jenis dokumen lainnya. Kualitas tinta adalah salah satu aspek yang harus diperhatikan karena bisa menentukan sebagus apa hasil cetak. Tinta palsu membuat hasil cetak tidak jelas sehingga menurunkan citra perusahaan Anda di mata klien yang menerima dokumen tersebut. Tinta palsu dibuat tanpa pengujian kualitas sehingga bisa menyebabkan kerusakan dan menghanguskan garansi printer. Untuk membantu Anda memahaminya, berikut ini adalah beberapa risiko yang patut Anda pertimbangkan saat menggunakan tinta palsu: 1. Tinta Palsu Menghasilkan Kualitas Cetak yang Buruk Tinta dan toner palsu tidak dapat memberikan hasil cetak yang bagus. Kualitas cetak yang buruk menghasilkan gambar yang kabur, warna tidak akurat, dan mudah pudar. Tinta palsu dibuat tanpa melalui prosedur pengujian yang ketat sehingga hasil cetaknya tidak konsisten dalam kualitas warna, ketajaman, dan daya tahannya. Tinta palsu dibuat menggunakan bahan pigmen warna yang tidak bagus seperti tinta resmi. Ditambah lagi, beberapa tinta tidak resmi memiliki kemampuan cetak terbatas dibanding tinta resmi. Ini menyebabkan tinta palsu tidak bisa mencetak gambar atau teks dalam resolusi tinggi. Tinta palsu mengandung bahan kimia yang tidak cocok dengan kebutuhan printer. Hal ini dapat memengaruhi kemampuan tinta untuk melekat pada kertas. Ini membuat hasil cetak tidak bisa menyatu sempurna di kertas sehingga cepat pudar. Kecerahan warna juga tidak bertahan lama dibanding tinta resmi. Hasil cetak tidak tahan dari paparan sinar UV dan udara. 2. Merusak Komponen Printer Bahan kimia dalam toner dan tinta palsu berbeda dari produk resmi. Penggunaan tinta palsu dapat menyebabkan kerusakan dan keausan pada komponen penting printer, seperti: drum, roller, dan sensor. Ini membuat Anda harus mengeluarkan biaya perbaikan yang mahal. Partikel dalam tinta palsu memiliki ukuran yang berbeda dengan tinta resmi. Partikel yang terlalu besar dapat menyebabkan penyumbatan pada nozzle dan jalur tinta. Hambatan di jalur tinta dapat merusak komponen. Selain itu, tinta non resmi juga tidak dilengkapi perlindungan anti korosi sehingga bisa tidak dapat menyediakan perlindungan pada komponen penting printer. Risiko penggunaan tinta printer palsu lainnya adalah menyebabkan overheating dan overpressure. Penyebabnya karena tinta palsu memiliki titik leleh lebih rendah dibanding tinta resmi. Toner palsu juga tidak dirancang untuk bekerja efisien dengan teknologi elektrofotografi pada priter laser. Ini yang menyebabkan kerusakan pada drum dan roller. 3. Merusak Masa Garansi Printer Penggunaan toner dan tinta palsu melanggar garansi printer. Produsen printer umumnya mempertimbangkan masa garansi produknya dengan asumsi pengguna menggunakan komponen dan tinta resmi. Tinta palsu tidak memenuhi standar dan spesifikasi yang ditetapkan produsen. Ini yang membuat komponen printer lebih cepat rusak dan performanya tak stabil. Bahan-bahan yang terkandung dalam tinta tidak resmi memiliki sifat korosif. Ini bisa merusak komponen internal printer, seperti: drum, roller, print head, dan bagian lainnya. Jika kerusakan terjadi, produsen tidak akan mau menanggung biaya perbaikan melalui garansi. 4. Risiko untuk Kesehatan dan Lingkungan Menggunakan tinta dan toner printer palsu dapat membawa risiko pada kesehatan dan lingkungan. Penyebabnya karena tinta palsu menggunakan bahan kimia yang tidak aman digunakan. Berikut ini adalah beberapa risiko yang akan Anda hadapi: Risiko Tinta Printer Palsu untuk Kesehatan Tinta palsu mengandung bahan kimia yang menyebabkan iritasi kulit dan mata Penguapan bahan kimia yang tidak aman di ruangan kurang ventilasi menyebabkan masalah pernapasan Partikel tinta yang kecil dapat terbang di udara dan masuk ke dalam sistem pernapasan Tinta palsu mengandung logam berat atau senyawa organik volatil yang merusak kesehatan manusia. Risiko Tinta Printer Palsu untuk Lingkungan Bahan kimia berbahaya mencemari sumber air dan tanah jika tidak dibuang dengan benar Kandungan bahan kimia tinta palsu sulit terurai sehingga bisa merusak ekosistem alam Paparan bahan kimia tinta palsu yang berbahaya membunuh organisme penting dalam rantai makanan Proses produksinya tidak ramah lingkungan sehingga bisa merusak alam jika siklus permintaan produk tidak dihentikan. 5. Tinta Palsu Tidak Memiliki Dukungan Teknis Tinta tidak resmi diproduksi oleh pihak ketiga yang tidak terafilisasi dengan produsen resmi. Oleh sebab itu, produsen tidak memiliki kewajiban untuk memberi dukungan teknis pada penggunaan produk yang tidak resmi. Dan perlu diingat, jika tinta menyebabkan kerusakan komponen, produsen juga tidak akan memberi komponen pengganti secara gratis karena itu di luar tanggung jawab mereka. Produsen printer memberi dukungan teknis untuk produknya karena terlibat dalam pengembangan sampai pengujian. Penggunaan tinta printer palsu menyulitkan produsen ke penanganan masalah pada produk. Hal ini menyulitkan produsen menangani keluhan dan masalah akibat kualitas tinta yang tidak sesuai saat pengujian produk. Cara Mengecek Tinta Asli atau Palsu Bisa saja Anda tertipu oleh tinta palsu yang dikemas menyerupai tinta asli. Jangan tergiur oleh harga murah, karena tinta asli tidak dijual di bawah harga pasaran yang direkomendasikan. Selain itu, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menghindari penipuan, yaitu: Cara mengecek keaslian tinta HP dengan QR Code. Beli toner dan tinta printer asli di toko terpercaya Cek kemasan produk apakah dicetak dengan baik atau tidak Cek kelengkapan produk lainnya seperti petunjuk penggunaan Beberapa produsen biasanya membuat label hologram untuk menandai keaslian produk Pindai kode QR pada label dengan smartphone untuk validasi keaslian produk Setelah beli, segera periksa hasil cetak. Jika terdapat penurunan segera hentikan penggunaan Cek notifikasi printer. Beberapa printer dapat memberikan peringatan saat mendeteksi tinta palsu Rutin update firmware untuk meningkatkan kemampuan deteksi printer dan memperbaiki masalah akibat penggunaan tinta palsu. Penggunaan tinta printer palsu sangat merugikan konsumen. Printer jadi cepat rusak karena ukuran partikel tinta tidak sama seperti tinta asli. Ini menyebabkan partikel menyumbat saluran tinta. Selain itu, menggunakan tinta yang tidak resmi dapat merusak garansi produk. Oleh sebab itu, beli tinta dan toner printer di toko terpercaya untuk menghindari produk palsu. Walau tidak semurah tinta palsu, namun pastinya membuat printer Anda lebih awet. Sumber: https://www.bhinneka.com/blog/risiko-tinta-printer-palsu/   Waspadai risiko memakai toner dan tinta printer palsu! Pesan toner dan tinta original hanya di ageecomputer, kualitas terjamin dan aman untuk printer Anda!

8 Tips Merawat Printer Kantor agar Tahan Lama dan Prima

8 Tips Merawat Printer Kantor agar Tahan Lama dan Prima Merawat printer tahan lama adalah suatu tantangan tersendiri. Printer adalah salah satu perangkat kerja di kantor yang memiliki beban kerja tinggi. Tidak terhitung berapa banyak kertas yang perlu dicetak setiap hari, selama seminggu. Mesin yang terus menerus bekerja pasti akan mengalami penurunan performa jika tidak dirawat dengan baik. Akibatnya, printer yang cepat rusak akan membebani pengeluaran usaha Anda. Saat ini fungsi printer semakin luas. Selain untuk cetak, juga sering digunakan untuk fotokopi dan scan. Beberapa produk printer dengan fasilitas WiFi juga bisa dipakai untuk kirim file yang dicetak ke jaringan komputer atau Cloud. Jika perangkat yang sangat diandalkan ini mengalami downtime tentu akan menghambat pekerjaan karyawan Anda. Berikut ini kami berikan beberapa tips untuk merawat printer kantor tahan lama dan tetap dalam kondisi prima. Tujuannya supaya printer kantor tetap bisa diandalkan dalam waktu lama. Pada akhirnya, akan bisa menghemat pengeluaran belanja peralatan kantor. 1. Gunakan Printer di Kondisi Ruangan yang Ideal Suhu ideal untuk mengoperasikan printer adalah 20-28°C. Suhu ini harus terus dipertahankan selama proses pencetakan berlangsung. Suhu yang terlalu panas dapat merusak mesin printer, terutama di bagian print head. Selain itu, ruangan kantor atau tempat printer sebaiknya punya tingkat kelembapan sekitar 55-65%. Ruangan juga harus bebas dari serangga, hewan rumahan, hingga debu. Untuk merawat suhu printer, pastikan sirkulasi udara di sekitar alat selalu lancar. Pastikan tidak ada benda yang menghalangi aliran udara di sekitarnya. Simpan juga kertas kosong di tempat bersih supaya tidak kotor atau basah. 2. Pemanasan Sebelum Digunakan Saat hari libur (weekend) sabtu-minggu, printer kantor otomatis tidak digunakan. Printer akan masuk ke dalam mode Sleep secara otomatis. Saat printer dinyalakan di hari Senin, printer masuk ke dalam mode kalibrasi terlebih dulu. Perlu waktu untuk menghangatkan komponen penting untuk bisa menghasilkan cetak akurat dan efisien. Jika printer langsung digunakan saat masih dalam mode Sleep dapat menyebabkan kerusakan. Berikan sedikit waktu untuk printer melakukan pemanasan. lakukan cetak halaman pengujian sebelum printer digunakan. Jika konsisten melakukan ini, printer bisa lebih tahan lama dan cetak dalam kualitas tinggi yang konsisten. 3. Jangan Masukan Terlalu Banyak Kertas di Tray Memasukan terlalu banyak kertas di dalam tray atau baki kertas dapat menyebabkan masalah. Salah satunya adalah paper jam (kertas macet). Kebanyakan baki kertas di printer memiliki garis tingkat pengisian kertas maksimal. Gunakan garis tersebut untuk memuat kertas di baki. Pastikan kertas dimasukkan dengan rapi dan tidak ada bagian yang terlipat. Jika kapasitas baki kertas terlalu sedikit, Anda bisa beli baki tambahan jika printer mendukung. Namun jika tidak bisa ditambah, pastikan karyawan tidak memasukan kertas terlalu banyak. Hal ini bisa jadi pertimbangan di masa depan untuk beli printer dengan kapasitas tray besar. 4. Hati-Hati Saat Memperbaiki Paper Jam Kertas macet atau paper jam dapat menghambat produktivitas karyawan. Jangan biarkan rasa kesal membuat karyawan Anda menarik paksa kertas dari dalam printer. Di dalam printer ada banyak perangkat elektronik yang sensitif dan kompleks. Untuk mengatasi kertas macet, ikuti beberapa langkah berikut ini: Cek di mana posisi kertas macet Cabut kabel printer dari sumber listrik Buka perangkat dengan mengikuti buku petunjuk Ambil kertas yang tersangkut secara perlahan Pastikan tidak ada sisa kertas tertinggal di dalam printer Pastikan semua komponen printer tidak ada yang bergeser Tutup kembali bodi printer dan coba lakukan pengujian cetak. 5. Rutin Membersihkan Printer Debu dan sisa tinta yang mengering adalah jenis kotoran yang berbahaya bagi printer. Kotoran yang menumpuk di komponen penting dapat menghambat kinerja mesin. Mesin bekerja lebih keras sehingga dapat mengurangi masa pakainya. Hasil cetak juga menurun karena terganggu kotoran. Tidak hanya bagian dalam, bagian luar printer juga jangan lupa dibersihkan. Bersihkan kotoran di baki kertas dan tempat masuk dan keluar kertas. Tujuannya agar tidak ada kotoran yang masuk ke dalam mesin. Khusus printer multifungsi, bersihkan juga bagian permukaan kaca untuk scan. Sebagai tindak pencegahan, Anda bisa bersihkan printer sebulan sekali atau setiap 3 bulan. 6. Jangan Pakai Katrid atau Toner Tinta Palsu Katrid atau toner tinta palsu mendatangkan banyak masalah. Produk palsu bisa merusak komponen di dalam printer dan menurunkan kualitas cetak. Pihak tak bertanggung jawab yang menjual katrid atau toner palsu biasanya menawarkan harga murah atau diskon untuk menarik korban. Hindari membeli katrid atau toner tinta printer palsu dengan membeli hanya di toko terpercaya. Saat ini ada banyak tempat untuk membeli tinta printer original. 7. Lepaskan Penjepit Kertas dan Staples Pastikan karyawan Anda memperhatikan kondisi kertas sebelum menggunakan printer. Lepaskan penjepit kertas dan staples sebelum mencetak, salin, atau fotokopi. Staples yang masih menempel di kertas dapat menggores permukaan komponen penting di dalam printer saat proses cetak. Penjepit dan staples juga dapat merusak kaca scanner sehingga membuat hasil fotokopi atau scan tidak jelas. 8. Latih Karyawan untuk Merawat Printer Meskipun merawat printer bukan tanggung jawab semua karyawan, namun ada baiknya Anda mengajari mereka cara menggunakan printer dan merawatnya dengan benar. Tujuannya supaya jika terjadi masalah, mereka tidak melakukan hal yang tak diinginkan, seperti: menarik paksa kertas saat paper jam. Fungsi printer saat ini sudah sangat luas. Selain cetak, printer juga bisa fotokopi, scan, dan kirim faks. Fitur nirkabel memungkinkan karyawan bisa cetak dari smartphone dan tablet. Memberi pelatihan untuk merawat printer dapat membantu karyawan untuk deteksi dini saat ada kerusakan. Karyawan juga bisa lebih waspada saat mengoperasikan alat kantor. Kesimpulan Cara merawat printer kantor agar tahan lama sangat berguna untuk membantu menghemat pengeluaran bisnis. Printer yang awet dapat mencetak dengan kualitas konsisten dalam jangka panjang. Perusahaan juga tidak perlu mengeluarkan biaya servis jika terjadi kerusakan. Untuk mencegah printer cepat rusak, langkah awalnya sangat penting. Pastikan Anda beli printer yang sesuai dengan beban kerja kantor. Langkah selanjutnya, Anda perlu melatih semua karyawan untuk mengetahui cara merawat printer. Tujuannya agar lebih waspada saat menggunakan printer kantor. Jika suatu saat terjadi masalah, mereka akan tahu bagian mana yang rusak dan apa langkah yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Hal ini sangat penting karena merekalah yang setiap hari menggunakan printer.   Sumber : https://www.bhinneka.com/blog/tips-merawat-printer-tahan-lama/ Butuh printer baru untuk kerja atau kuliah? Yuk langsung ke AgeeComputer! 🖨️ Tersedia berbagai pilihan printer dengan harga bersahabat dan kualitas terjamin      

Card image cap
Card image cap

Barang Unggulan

Aplikasi Web/Apk

Semua

Kursi Kantor

Semua

Projector Standard

Semua

Almari Arsip

Semua

Printer Multifungsi

Semua

Galeri

2026-Apr-06
2024-Jan-17

Privat Info APlikasi Silsilah di kantor Samsat DKI jakarta

Privat Info APlikasi Silsilah di kantor Samsat DKI jakarta bersama Bpk. Agus, Privat meeting ini membahas Fitur aplikasi dan rencana order untuk kebutuhan pencatatan keuluarga dari Bpk Agus. Alhamdulillah berjalan lancar dan aplikasi selesai dibuat.

Galeri Lain

Semua

Card image cap

Testimoni

-asdasdasdasdasd

@1aasdasd

-

@asdasdas

-

@asdasdasdad

sasf vdsfasf asf

@JNE

Klien Corporate

Produk

Home Products Contact