Selamat datang di CV AGEE Fitama

kami melayani kebutuhan anda untuk alat alat terkini seperti laptop, Komputer dan berbagai teknologi Informasi, Meubelair, Aplikasi dan segala kebutuhan Sekolah dan perkantoran. saat ini kami telah melayani pembelanjaan elektronik dari Pemerintah indonesia seperti (ecatalog, siplah, dan lainya). Silakan hubungi, kami siap membantu menyediakan segala keperluan anda

Daftar Barang

Card image cap

Daftar Berita

Bahaya Jarang Melakukan Perawatan AC Secara Rutin

26-09-2025 Teknologi Tips Trick

Perawatan unit Air Conditioning di kantor yang meliputi cuci AC dan service rutin AC kantor perlu dilakukan secara berkala agar unit AC dapat bekerja secara optimal. Salah satu kendala yang sering dikeluhkan jika kita jarang melakukan cuci AC dan service berkala adalah AC yang terasa tidak dingin. AC yang tidak dingin dan hanya mengeluarkan hawa panas saja sering dikeluhkan oleh karyawan yang bekerja. Suasana dan kondisi ruang kantor yang panas membuat karyawan terasa tidak nyaman dan berdampak pada pekerjaan menjadi kurang produktif. Namun perlu diketahui, dampak dari jarang melakukan cuci AC berkala maupun service rutin tidak hanya menyebabkan AC tidak dingin saja loh. Pada artikel ini kita akan membahas akibat dari jarang cuci dan service rutin AC kantor. Jenis AC yang Sering Digunakan di Kantor Untuk penggunaan di kantor ada dua jenis tipe AC yang umum digunakan. Biasanya kantor baik ukuran kecil maupun perusahaan besar akan menggunakan AC jenis split ataupun cassette. Apa saja perbedaan dari AC Split ataupun AC Cassette? AC Split adalah salah satu jenis AC yang sering ditemukan dan banyak digunakan di rumah maupun ruko atau perkantoran ukuran kecil. Sesuai dengan namanya, AC Split terdiri dari 2 komponen utama yang terpisah, yaitu: Unit pendingin yang dipasang di dalam ruangan Unit berbentuk kipas untuk pembuang panas yang berada di luar ruangan Sedangkan AC Cassette adalah serupa dengan AC Split karena terdapat 2 unit, bedanya adalah AC Cassette terpasang pada bagian plafon ruangan. Berbeda dengan AC Split yang terpasang pada dinding ruangan. AC jenis ini cocok untuk ruangan kerja atau ruangan meeting yang besar karena pendinginan akan lebih optimal dibanding dengan memasang beberapa AC tipe Split. Apa Saja Akibat Tidak Melakukan Perawatan AC Secara Rutin? Terlepas dari jenis AC yang digunakan, baik itu AC Split ataupun AC Cassette, perlu dilakukan perawatan secara berkala. AC yang tidak dirawat secara rutin dapat menimbulkan berbagai masalah seperti: Debu dan Kotoran Menumpuk AC yang jarang dicuci dapat menyebabkan debu dan kotoran menumpuk pada bagian dalam dari unit AC, baik itu unit indoor maupun outdoor. Debu yang menumpuk pada bagian filter dari unit indoor misalnya, dapat menyebabkan AC tidak dapat bekerja secara optimal. Selain itu filter AC yang kotor dan penuh debu dapat menjadi sarang penyakit. AC Terasa Panas Debu dan kotoran yang menumpuk pada AC membuat AC tidak dapat bekerja untuk mendinginkan ruangan secara optimal. Akibatnya meskipun AC dinyalakan sudah lama atau diatur pada suhu rendah, ruangan tidak terasa dingin sama sekali. Tagihan Listrik Menjadi Lebih Mahal Filter yang kotor membuat AC tidak maksimal dalam mendinginkan ruangan. Hal ini berdampak langsung pada biaya penggunaan AC atau tagihan listrik juga menjadi lebih mahal karena AC bekerja 2x lipat lebih berat untuk mendinginkan ruangan. AC Menjadi Cepat Rusak AC yang jarang diservice dan dilakukan perawatan berkala berisiko memiliki usia pakai yang lebih pendek dan rentan rusak. Akibatnya AC tidak jarang menimbulkan kerusakan yang mengakibatkan biaya yang dikeluarkan jauh lebih besar untuk perbaikan dan penggantian AC dibandingkan dengan biaya perawatan atau service berkala. Sumber: https://www.bhinneka.com/blog/bahaya-jarang-melakukan-perawatan-ac-secara-rutin/ Bila memerlukan berbagai perlengkapan IT mulai dari aksesoris, sparepart, hingga perangkat terbaru langsung saja ke AgeeComputer, lengkap, terpercaya, dan siap jadi solusi kebutuhan IT mu!

Apa Perbedaan Smart TV dan Android TV?

26-09-2025 Teknologi

Salah satu hal yang sering membuat bingung ketika ingin membeli TV saat ini adalah membedakan Smart TV dan Android TV. Apakah keduanya sama? Jika berbeda, apa saja perbedaan Smart TV dan Android TV? Oleh karena itu, kami membuat artikel ini untuk membantu Anda memahami perbedaan di antara keduanya. Seiring berkembangnya kemajuan teknologi, kini hampir semua TV yang dijual di pasaran, termasuk di Bhinneka.com, berjenis Smart TV atau TV pintar. Secara umum, pengertian Smart TV adalah TV yang dibekali sistem operasi sehingga bisa melakukan pekerjaan komputasi layaknya PC atau smartphone. Smart TV dapat terhubung ke internet melalui WiFi atau LAN serta bisa diinstal berbagai aplikasi hiburan. Smart TV kini tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari: 32 inch, 40 inch, 43 inch, 50 inch, hingga 90 inch. Pilihan resolusi layar juga bermacam-macam, mulai dari yang standar HD Ready, Full HD, 4K UHD, hingga 8K. Beragam jenis Smart TV dijual oleh merk ternama dunia, seperti: Samsung, LG, Sharp, Sony, dan Toshiba. Beberapa di antara mereka ada yang menjual Smart TV, ada pula yang menjual Android TV atau Google TV. Supaya tidak salah beli, kami akan bantu jelaskan apa saja perbedaan antara Smart TV dan Android TV. Kami juga sertakan kelebihan dan kekurangan untuk membantu Anda memilih mana jenis TV yang tepat sesuai kebutuhan. Apa itu Smart TV? TV pintar atau Smart TV adalah TV yang memiliki sistem operasi sehingga bisa diinstal aplikasi, menjalankan fitur atau layanan tertentu, dan mencari informasi di internet. Supaya bisa berfungsi optimal, TV ini perlu dihubungkan ke jaringan internet melalui WiFi atau LAN. Setelah terhubung, Anda bisa instal aplikasi layanan streaming atau layanan content on demand dan menyaksikan video atau film yang tidak bisa ditonton di TV biasa. Smart TV juga bisa diinstal berbagai aplikasi lainnya, seperti: game, browser, pemutar musik, media sosial, hingga layanan untuk memantau perangkat IoT (Internet of Things). Semua aplikasi tersebut tersedia di toko aplikasi seperti halnya Google Play Store pada smartphone Android. Smart TV menggunakan sistem operasi yang dibuat sendiri oleh pabrikannya. Misalnya, Samsung menggunakan Tizen dan LG menggunakan WebOS. Aplikasi yang bisa diunduh di masing-masing OS sudah melalui proses verifikasi keamanan dan kompatibilitas. Tujuannya untuk keamanan akun dan supaya aplikasi dapat berjalan lancar dengan sistem operasi TV. Apa itu Android TV? Android TV adalah TV yang memiliki sistem operasi dan bisa dipasang aplikasi hiburan, games, dan produktivitas. Bedanya dengan Smart TV, sistem operasi yang digunakan adalah Android TV dari Google. Sistem operasi ini diluncurkan pertama kali pada tahun 2014 dan kini sudah mencapai versi Android TV 13. TV dengan OS Android diproduksi oleh semua pabrikan TV yang tidak memiliki sistem operasi sendiri, contohnya: Changhong, Sony, Sharp, TCL, dan Xiaomi. TV dengan OS Android TV memiliki Google Play Store sebagai tempat untuk mencari dan instal aplikasi. Pilihan aplikasi lebih banyak dibanding Smart TV. Untuk hiburan ada aplikasi Netlfix, YouTube, Prime Video, Spotify, Disney+, Apple TV, Hulu, dan lainnya. Untuk aplikasi game, Anda bisa mainkan: Hungry Shark Evolution, Asphalt 8 Airbone, Minecraft, Deer Hunter, dan Grand Theft Auto. Untuk kemudahan penggunaan, Android TV menyediakan fitur Google Assistant yang bisa mencari konten atau informasi di internet melalui perintah suara. Anda juga bisa memantau perangkat IoT yang kompatibel dengan Google Home, seperti: lampu, kamera CCTV, kunci rumah, dan thermostat. Perbedaan Smart TV dan Android TV Berikut ini beberapa perbedaan yang bisa Anda temukan dari Smart TV dan Android TV: 1. Sistem Operasi yang Digunakan Smart TV umumnya menggunakan sistem operasi buatan sendiri. Misalnya: Smart TV Samsung menggunakan Tizen, LG menggunakan WebOS, dan beberapa TV Toshiba menggunakan Vidaa OS. Sedangkan, Android TV menggunakan sistem operasi Android TV dari Google. Sistem operasi Android TV digunakan oleh hampir semua merk TV yang tidak memiliki OS buatannya sendiri. 2. Harga Smart TV vs Android TV Secara umum, Android TV lebih mahal dibanding Smart TV dengan ukuran dan spesifikasi yang sama. Harganya lebih mahal karena lisensi sistem operasi Android dan integrasi ke ekosistem Google yang lebih luas. Berbeda dari Smart TV yang kompatibilitasnya terbatas hanya ke produk dari merek yang sama. Meski begitu, banyak merek yang menawarkan Android TV dengan harga lebih kompetitif, seperti: Xiaomi, Changhong, dan TCL. 3. Jumlah Aplikasi yang Tersedia Setiap sistem operasi TV memiliki toko aplikasi (semacam Google Play Store atau App Store) untuk mencari dan instal aplikasi. Perbedaan Smart TV dan Android TV yang cukup mencolok ada di jumlah aplikasi yang disediakan. Smart TV melakukan verifikasi ketat sehingga tidak sembarang aplikasi bisa diinstal di TV milik mereka. Sebaliknya, Anda bisa temukan lebih banyak aplikasi di Android TV, mulai dari yang populer hingga yang biasa. 4. Integrasi dengan Perangkat Lain Smart TV dan Android TV dirancang untuk dapat berintegrasi dengan perangkat lain seperti smartphone dan perangkat IoT. Namun bedanya ada pada merek perangkat yang bisa diintegrasikan. Smart TV umumnya hanya bisa terintegrasi ke perangkat dengan merk yang sama. Misalnya, untuk kontrol TV Samsung lebih optimal dengan smartphone Samsung yang sudah mendukung SmartThings. Begitu juga dengan perangkat lain seperti kulkas dan vacuum cleaner robot. Android TV menawarkan integrasi yang lebih universal ke banyak merek perangkat. Ini karena sistem Android memang sejatinya dirancang terbuka untuk banyak merek dan jenis perangkat. Google Cast bisa dilakukan dengan mudah dari semua merek smartphone. Anda juga bisa kelola lebih banyak perangkat IoT selama kompatibel dengan Google Home. Anda bisa gunakan perintah suara melalui remote TV untuk mengontrol semua perangkat IoT di rumah. 5. Antarmuka dan Pengalaman Pengguna Smart TV memiliki antarmuka yang lebih menarik dibanding Android TV. Tampilan UI dikustomisasi sesuai kebutuhan dan ciri khas masing-masing merek. Tampilan difokuskan untuk memudahkan konsumen mencari aplikasi streaming populer dan menu yang dibutuhkan. Developer sistem operasi juga rutin memberikan update perbaikan untuk menjaga performa UI agar tetap ringan. Berbeda dengan Android TV yang memiliki antarmuka sama di semua merek TV. Ini membuat tidak ada kesan spesial dari masing-masing merek TV yang dibeli. Nyaris tidak ada yang membedakan pengalaman antara satu merek Android TV dari merek lainnya. Meski terlihat membosankan, namun UI Android TV masih cukup mudah dipahami, sekalipun oleh pengguna pemula. Kelebihan dan Kekurangan Berikut ini kami rangkum kelebihan dan kekurangan dari Smart TV dan Android TV. Kelebihan dan Kekurangan Smart TV Kelebihan Smart TV dengan OS buatan sendiri adalah keamanan akun konsumen lebih terjamin. Kompatibilitas juga sudah dicek dengan semua seri TV untuk meminimalisir bug. Pengoperasian TV juga lebih mudah karena beberapa aplikasi penting, seperti Casting Mirroring, perintah suara, dan manajemen perangkat IoT sudah diinstal terlebih dulu. Kekurangan Smart TV dibanding Android TV adalah jumlah aplikasinya lebih sedikit. Ini disebabkan karena tidak sembarang aplikasi bisa masuk ke dalam toko aplikasi. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena beberapa aplikasi populer, seperti: YouTube, Netflix, Prime Video, Apple TV pasti sudah tersedia. Kelebihan dan Kekurangan Android TV Kelebihan Android TV adalah punya koleksi aplikasi lebih banyak dibanding Smart TV biasa. Anda bisa hubungkan akun Google di smartphone Android ke TV untuk memudahkan sinkronisasi data histori film yang pernah ditonton. Smartphone Anda juga bisa digunakan untuk menggantikan remote untuk kontrol volume, pindah channel, matikan TV dan lainnya. Kekurangan Android TV adalah kadang memiliki kapasitas penyimpanan kecil sehingga tidak bisa instal banyak aplikasi. Kompatibilitas aplikasi juga tidak disesuaikan untuk masing-masing TV. Terkadang Anda bisa menemukan bug pada aplikasi yang hanya terjadi di seri atau merk TV tertentu saja. Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli TV Sebelum memutuskan untuk membeli Smart TV atau Android TV, ada beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan. Beberapa faktor berikut ini bersifat universal dan menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan terlepas dari apapun merek tv yang Anda beli, baik itu TV Samsung, LG, Sony, Toshiba dan lainnya. Ukuran Layar TV Ukuran TV merupakan yang paling umum dan faktor utama yang perlu dipertimbangkan. Seberapa besar TV yang Anda mau beli? Tentunya ini perlu disesuaikan dengan tempat di mana Anda akan menaruh TV tersebut. Untuk ruang tamu, Anda dapat memilih TV ukuran mulai dari 43 inch, 50 inch, 55 inch. Sedangkan untuk kamar, Anda dapat memilih TV dengan ukuran antara 32 inch hingga 43 inch. Tentunya ukuran yang berbeda berarti dimensi ukuran yang berbeda pula untuk TV tersebut. Perhatikan ukuran atau luas area meja TV tempat Anda akan menaruh TV tersebut. Resolusi Layar Pilihan selanjutnya adalah resolusi. Resolusi menentukan seberapa tajam dan detil kualitas dari tampilan TV tersebut. Umumnya pilihannya adalah Full HD, 4K Ultra HD hingga 8K. Khusus ukuran layar 32 inch pilihan resolusi hanya sampai HD saja. Yang perlu diingat adalah resolusi yang sama belum tentu berarti kualitas yang sama pada ukuran TV yang berbeda. Misalnya saja resolusi Full HD akan terlihat detil dan tajam pada TV 40 inch atau 43 inch, namun tidak terlalu detil pada ukuran TV 55 inch atau 65 inch. Teknologi TV Teknologi tampilan TV lebih merujuk kepada jenis TV tersebut apakah TV LCD, LED, atau OLED. Umumnya ini lebih ke arah teknologi yang digunakan pada layar TV untuk menampilkan gambar dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Misalnya TV OLED yang lebih mahal dari TV LCD dan LED, cenderung memiliki kontras yang lebih baik. Teknologi tampilan TV baik LCD, LED atau OLED umumnya ditunjang dengan teknologi atau fitur kualitas gambar pada masing-masing TV. Umumnya perbedaan detil antara masing-masing jenis TV tidak terlalu ketara atau sulit dibedakan. Software atau Sistem Operasi Google dan Android sudah berpengalaman dalam urusan sistem operasi. Anda bisa mendapatkan update versi dan keamanan lebih lama jika memilih Android TV. Sedangkan, Smart TV bergantung pada kemampuan developer dari pabrikan untuk rutin melakukan pembaruan. Jika suatu saat merek memutuskan menyetop dukungan untuk OS yang dibesutnya, besar kemungkinan Anda tidak akan mendapatkan update atau perbaikan bug lagi. Kesimpulan Perbedaan Smart TV dan Android TV yang paling utama ada pada sistem operasinya. Smart TV menggunakan sistem operasi buatan sendiri. Contohnya Samsung Smart TV yang menggunakan Tizen dan LG menggunakan WebOS. Sedangkan, sistem Android TV digunakan oleh hampir semua TV yang tidak memiliki atau mampu untuk mengembangkan sistem operasinya sendiri. Aplikasi yang tersedia di Smart TV lebih sedikit dibanding Android TV karena harus melalui proses verifikasi lebih dulu. Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan akun dan kompatibilitas dengan semua merek TV yang dijual. Android TV sedikit ‘lebih bebas’ dengan aplikasi untuk TV. Ini membuat lebih banyak aplikasi bisa Anda pasang mulai dari yang paling populer hingga yang biasa-biasa saja. Dari segi pengalaman pengguna, Smart TV lebih nyaman untuk konsumen karena performanya lebih stabil dan ringan. Mereka dapat mengakses menu dan berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain dengan cepat. Berbeda dari Android TV yang terkadang ditemukan bug pada beberapa merek dan tipe TV tertentu. Untuk Anda yang sedang mencari Smart TV atau Android TV, kami sarankan untuk tidak hanya fokus ke sistem operasinya saja. Ada hal yang lebih penting seperti ukuran dan resolusi layar yang langsung berdampak pada kenyamanan Anda saat menonton. Sumber: https://www.bhinneka.com/blog/perbedaan-antara-smart-tv-dan-android-tv/ Untuk kamu yang sedang mencari berbagai pilihan Smart TV maupun Android TV dengan kualitas terbaik, langsung saja ke ageecomputer lengkap, terpercaya, dan siap jadi solusi hiburan di rumahmu!

8 Perbedaan Laptop dan Notebook dari Desain dan Speknya

26-09-2025 Teknologi

Masih banyak orang yang tidak mengetahui perbedaan laptop dan notebook. Keduanya sering dianggap sama, hanya beda dari namanya saja. Padahal notebook dan laptop adalah dua jenis komputer yang berbeda. Meskipun keduanya terlihat sama, namun laptop dan notebook punya ciri-ciri yang berbeda. Laptop dan Notebook adalah jenis komputer yang membantu kita bekerja di mana saja. Ukurannya yang ringkas dan performa sekelas PC Desktop dapat menangani pekerjaan komputasi berat kapan saja. Anda bisa simpan di dalam tas agar tetap bisa bekerja saat bepergian ke luar rumah. Supaya tidak lagi tertukar, berikut ini perbedaan laptop dan notebook berdasarkan desain dan spesifikasinya: 1. Perbedaan Dimensi Laptop dan Notebook Perbedaan notebook dan laptop yang utama adalah dimensinya. Dimensi notebook lebih ringkas dibanding laptop. Misalnya kita bisa bandingkan dari beratnya. Notebook punya berat sekitar 1 sampai 2 kg. Sedangkan, laptop punya dimensi lebih berat sekitar 1,5 kg sampai 2,5 kg. Lalu untuk tebalnya, tebal notebook sekitar 0.5 – 1 inci saja. Laptop punya tebal mulai dari 1.5 – 2 inci. Perbedaan keduanya bisa dilihat jelas dari bentuk dan dimensinya. Ukuran laptop lebih tebal dan berat dibanding notebook. Oleh karena itu, orang yang sering berpergian lebih memilih notebook karena lebih mudah dibawa-bawa. 2. Ukuran Layar Perbedaan laptop dari notebook yang lainnya adalah dari ukuran layarnya. Masih berhubungan dengan dimensinya, laptop dengan dimensi lebih besar otomatis punya layar lebih besar. Laptop biasanya memiliki ukuran layar mulai dari 14 – 17 inci. Sedangkan, layar notebook lebih kecil mulai dari 8 – 13 inci. Namun belakangan ini ada banyak produsen membuat layar laptop dengan bezel atau frame tipis (Bezel-Less). Ini membuat laptop berukuran kecil bisa menampung layar lebih besar. Misalnya, laptop dengan frame ukuran 13 inci bisa punya ukuran layar 14 inci. 3. Prosesor yang Digunakan Laptop butuh performa lebih tinggi daripada notebook. Tentunya sangat sayang jika laptop berukuran besar tapi performa setara atau lebih lambat dibanding notebook. Oleh karena itu, biasanya laptop ditenagai prosesor yang lebih kencang dibanding notebook. Biasanya laptop ditenagai prosesor kencang, contohnya: Intel seri Core i3, i5, atau i7. Bahkan ada laptop dengan prosesor Intel Core i9 yang bagus untuk gaming berat. Sedangkan untuk AMD, laptop biasanya menggunakan seri Ryzen. Berbeda dengan Notebook yang biasanya menggunakan prosesor hemat daya. Jadi fokusnya bukan performa, melainkan bagaimana bisa membuat daya tahan baterai lebih lama. Notebook dengan Intel biasanya menggunakan seri Celeron atau Pentium. Sedangkan untuk AMD biasanya menggunakan AMD Athlon seri Mobile untuk laptop. 4. Spesifikasi Grafis Di samping butuh performa prosesor yang kencang, laptop juga butuh VGA yang mumpuni. Laptop dibekali VGA diskrit atau pengolah grafis khusus untuk mengolah pekerjaan grafis yang rumit. Ini sebabnya, para gamer atau desain grafis lebih cenderung memilih laptop daripada notebook. Merk VGA diskrit yang biasa digunakan adalah AMD Radeon atau NVIDIA GeForce. Di sisi lain, notebook biasanya hanya dibekali VGA integrated dari prosesor. Misalnya Intel Iris Xe dari prosesor Intel atau AMD Radeon dari prosesor AMD seri Athlon. Meski tidak sekencang grafis diskrit, namun grafis bawaan prosesor masih bisa diandalkan untuk multimedia atau editing standar. 5. Perbedaan RAM Notebook dan Laptop Perbedaan notebook dan laptop selanjutnya ada di kapasitas RAM. Karena fokus notebook adalah untuk komputasi harian, maka kapasitas RAM yang dibutuhkan biasanya tidak begitu besar. Biasanya RAM notebook berkapasitas 4GB. Sedangkan, kapasitas RAM laptop lebih besar mulai dari 8GB sampai 32GB. Alasannya karena untuk menjalankan program berat dan banyak, laptop butuh RAM yang kencang dan punya kecepatan tinggi. Spesifikasi RAM laptop yang standar adalah DDR4. 6. Sistem Pendingin yang Digunakan Masih berhubungan dengan 3 poin di atas, karena laptop menggunakan prosesor yang kencang, VGA diskrit, dan punya kapasitas RAM besar otomatis laptop butuh sistem pendingin yang maksimal. Laptop punya dua buah kipas yang masing-masing diletakan di prosesor dan VGA. Fungsinya untuk mendinginkan dua komponen rawan panas ini. Tidak hanya itu, dua buah kipas dihubungkan dengan heat pipe untuk mendistribusikan panas dengan cepat. Lalu laptop juga punya ventilasi di sisi kanan kiri atau belakangnya. Fungsinya ventilasi tersebut untuk menyedot udara dingin ke dalam lalu membuang udara panas ke luar. Sistem pendingin yang kompleks membuat laptop lebih berat dibanding notebook. Sedangkan, notebook terbaru saat ini kebanyakan sudah tidak menggunakan kipas. Ini membuat dimensi notebook lebih tipis dan ringan. Untuk membuang panas dari prosesor, notebook biasanya hanya mengandalkan heat pipe saja. Oleh karena itu, notebook kurang cocok untuk menangani pekerjaan berat, seperti gaming atau rendering 3D. 7. Daya Tahan Baterai Fokus notebook adalah daya tahan baterai. Notebook memungkinkan pengguna bisa bekerja selama mungkin. Untuk itu, notebook menggunakan prosesor yang hemat daya. Kecepatan dan spek prosesor yang dipilih juga yang tidak menguras baterai dengan cepat. Daya baterai notebook berkurang lebih lambat dibanding laptop. Meskipun kapasitas baterainya sama, namun daya tahan baterai notebook bisa lebih lama. 8. Harga Laptop dan Notebook Perbedaan laptop dan notebook yang terakhir adalah dari harganya. Karena spesifikasi laptop lebih tinggi dibanding notebook, otomatis harganya lebih tinggi dibanding notebook. Harga notebook masih lebih murah karena speknya lebih rendah, tidak butuh VGA diskrit, tidak ada kipas pendingin, dan lainnya. Notebook sangat cocok untuk belajar atau bekerja. Sumber: https://www.bhinneka.com/blog/perbedaan-laptop-dan-notebook/ Kalau lagi pusing cari sparepart laptop atau notebook biar performa tetap ngebut, langsung aja pesan di ageecomputer lengkap, terpercaya, dan siap bikin perangkatmu balik kinclong lagi!

Berita Lain

Semua

Perbedaan HDMI Splitter dan Switch yang Perlu Anda Ketahui

Memahami perbedaan HDMI splitter dan switcher sangat penting untuk memastikan penggunaan keduanya dapat berjalan secara optimal. Meskipun tampilan fisik keduanya terlihat mirip, fungsi dan sistem kerja masing-masing perangkat sangat berbeda. Banyak pengguna yang sering merasa bingung dalam membedakan kedua perangkat ini. Tak jarang, orang salah dalam menentukan perangkat mana yang sebenarnya mereka butuhkan untuk keperluan yang telah mereka siapkan. Perbedaan HDMI Splitter dan Switch Lengkap dengan Pembahasannya Dalam dunia hiburan digital yang semakin berkembang, HDMI (High-Definition Multimedia Interface) telah menjadi standar utama untuk mentransfer audio dan video berkualitas tinggi antara berbagai perangkat.  Namun, dengan semakin banyaknya perangkat yang tersedia, Anda mungkin perlu mempertimbangkan perangkat tambahan seperti HDMI splitter dan switcher untuk mengoptimalkan penggunaan sistem hiburan Anda. Lantas, apa itu HDMI splitter dan switcher, serta perbedaan dan penggunaannya. Apa itu HDMI Splitter? Perbedaan HDMI splitter dan switcher tampak dari pengertiannya. HDMI splitter adalah perangkat yang berfungsi untuk mengambil sinyal HDMI dari satu sumber dan membaginya menjadi beberapa saluran terpisah.  Misalnya, jika Anda ingin menonton video yang sama pada beberapa layar TV atau monitor secara bersamaan dari satu perangkat sumber, HDMI splitter menjadi solusi ideal. Perangkat ini memungkinkan Anda menggandakan sinyal HDMI tanpa kehilangan kualitas. Sehingga semua layar dapat menampilkan gambar dan suara yang sama secara bersamaan.  Ini sangat berguna dalam pengaturan seperti presentasi di ruang konferensi, acara publik, atau saat menonton film dengan teman di beberapa layar. Penggunaan HDMI splitter memungkinkan Anda untuk menghemat biaya dan ruang dengan menggunakan satu sumber media.  Anda tidak perlu membeli perangkat tambahan untuk setiap layar, cukup dengan satu splitter yang dapat mendistribusikan sinyal ke beberapa layar sekaligus. Apa itu HDMI Switcher? Sementara itu, HDMI switcher adalah perangkat yang memungkinkan Anda untuk menghubungkan beberapa perangkat HDMI ke satu layar TV atau monitor. Ini sangat berguna jika Anda memiliki banyak perangkat HDMI, seperti konsol game, pemutar Blu-ray, atau perangkat streaming, namun TV Anda hanya memiliki beberapa port HDMI.  Dengan menggunakan switcher, Anda dapat dengan mudah beralih antara berbagai perangkat tanpa harus mencabut dan menyambungkan kabel HDMI secara manual setiap kali ingin mengganti perangkat. HDMI switcher hadir dalam berbagai model, dari yang sederhana dengan beberapa port hingga yang lebih kompleks dengan fitur tambahan seperti remote control. Dengan demikian, Anda dapat menikmati pengalaman menonton yang lebih nyaman dan efisien. Perbedaan dan Penggunaan Berikut ini adalah ringkasan dari perbedaan HDMI splitter dan switcher: HDMI Splitter: Fungsi: Membagi satu sinyal HDMI menjadi beberapa saluran terpisah. Ideal untuk: Pengaturan dengan beberapa layar atau monitor yang ingin menampilkan konten yang sama. Contoh penggunaan: Menonton pertandingan olahraga di beberapa layar dalam acara nonton bareng, atau presentasi yang ditampilkan di beberapa layar dalam seminar. HDMI Switcher: Fungsi: Menghubungkan beberapa perangkat HDMI ke satu layar TV atau monitor. Ideal untuk: Pengguna dengan banyak perangkat HDMI yang ingin terhubung ke satu layar. Contoh penggunaan: Beralih antara konsol game, pemutar Blu-ray, dan perangkat streaming tanpa perlu mengganti kabel setiap kali. HDMI splitter dan switcher adalah perangkat tambahan yang sangat berguna dalam dunia hiburan digital. Keduanya memungkinkan Anda untuk mengoptimalkan penggunaan perangkat HDMI dengan cara yang berbeda.  Dengan memahami perbedaan dan penggunaannya, Anda dapat memilih perangkat yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Memilih antara splitter dan switcher akan membantu meningkatkan pengalaman menonton Anda, baik itu untuk hiburan pribadi di rumah atau presentasi profesional. 

Beda RAM dan ROM pada HP dan Komputer. Awas Keliru!

Saat memilih laptop atau smartphone, mungkin banyak dari kita masih bingung akan beda ram dan rom pada hp dan komputer. RAM dan ROM merupakan istilah yang sering kita dengar saat memilih laptop, komputer hingga smartphone. Baik RAM maupun ROM sama – sama menunjukkan kemampuan atau spesifikasi yang dimiliki dari komputer, laptop atau smartphone. Akan tetapi, baik RAM atau ROM memiliki perbedaan yang signifikan dari segi fungsinya. Salah dalam memahami RAM dan ROM dapat membuat Anda salah memilih spesifikasi untuk laptop atau smartphone. Pada artikel kali ini akan dibahas singkat mengenai beda dari RAM dan ROM serta apa saja fungsi dan kegunaan dari kedua perangkat tersebut. Pengertian RAM RAM merupakan singkatan dari Random Access Memory. RAM menyimpan data program aplikasi pada komputer, laptop hingga smartphone saat perangkat dalam kondisi menyala. RAM juga berguna untuk menyimpan data dari aplikasi saat sedang digunakan. Secara awam, RAM dapat dipahami sebagai perangkat atau modul yang berfungsi agar komputer atau smartphone tidak lemot. Semakin tinggi atau besar RAM, maka perangkat dapat beroperasi dengan mudah dan cepat. Pengertian ROM ROM merupakan singkatan dari Read Only Memory. Secara awam, istilah ROM mungkin dapat diartikan sebagai storage atau kapasitas penyimpanan data. Hal ini tidak lepas dari fungsi ROM untuk menyiimpan data yang bersifat permanen. ROM digunakan saat Anda hendak menyimpan data atau file seperti dokumen, foto, video ke dalam perangkat. Perbedaan RAM dan ROM pada HP dan Komputer Setelah memahami pengertian dasar dari RAM dan ROM, tentu Anda sudah memiliki gambaran dari fungsi RAM dan ROM baik pada smartphone atau komputer dan laptop. Ada sejumlah hal mendasar yang membedakan antara RAM dan ROM, antara lain: Kapasitas RAM memiliki kapasitas dengan ukuran mulai dari MB hingga GB dan khusus pada komputer atau laptop, RAM juga dapat ditingkatkan kapasitasnya. Sedangkan pada smartphone, biasanya RAM sudah sesuai dengan spesifikasi dari produsen dan tidak bisa ditambahkan. Beberapa smartphone memiliki RAM hingga 6 GB, 8 GB bahkan hingga 12GB. Sedangkan pada laptop atau komputer ukuran RAM mulai dari 4 GB, 8 GB, hingga 128 GB dan lebih tergantung kustomisasi. Berbeda dengan ROM, ROM biasanya memiliki ukuran yang jauh lebih besar karena digunakan untuk menyimpan data. Pada smartphone, ukuran ROM bervariasi mulai dari 64 GB, 128 GB, atau 256 GB misalnya. Pada komputer atau laptop, ukuran ROM sering disamakan dengan kapasitas storage atau besar harddisk yang digunakan. Pada harddisk biasanya ukuran penyimpanan seperti 1TB, 2TB. Sifat Penyimpanan Data Data yang disimpan pada ROM atau storage pada smartphone dan komputer akan bersifat permanen atau tidak hilang saat perangkat dimatikan. Data akan hilang bila dihapus oleh pengguna. Sebaliknya, penyimpanan data pada RAM hanya bersifat sementara, misalnya saat aplikasi digunakan. Data pada RAM akan hilang bila aplikasi dimatikan atau perangkat di-restart misalnya. Daya yang Digunakan ROM tidak membutuhkan daya listrik untuk menyimpan dan menjaga data atau file yang tersimpan di dalamnya. Hal ini yang menyebabkan data atau file kita yang sudah tersimpan tidak hilang meski smartphone, komputer, atau laptop mati atau di-restart. Sebaliknya, RAM membutuhkan daya listrik untuk menyimpan data. Sifatnya hanya sementara, sehingga bila perangkat dimatikan, file atau data akan hilang. Demikian penjelasan dan perbedaan dari RAM dan ROM. Dengan memahami perbedaan antara keduanya, Anda dapat lebih mudah menentukan spesifikasi dari smartphone atau laptop dan komputer yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Sumber: https://www.bhinneka.com/blog/beda-ram-dan-rom-pada-hp-dan-komputer-awas-keliru/   Bila memerlukan berbagai perlengkapan IT mulai dari aksesoris, sparepart, hingga perangkat terbaru langsung saja ke AgeeComputer, lengkap, terpercaya, dan siap jadi solusi kebutuhan IT mu!

CPU Komputer Tidak Mau Menyala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

CPU komputer tidak mau menyala memang dapat menghambat pekerjaan dan sering kali membuat pengguna panik. Namun, jika CPU dibeli dari toko komputer yang terpercaya dan produknya asli, biasanya akan lebih awet dan tahan lama.  Jika masalah ini terjadi secara tiba-tiba, tidak perlu khawatir atau bertindak gegabah. Ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk memeriksa masalah tersebut sebelum memutuskan untuk mendapatkan bantuan teknis. Mengatasi CPU Komputer Tidak Mau Menyala CPU adalah komponen penting dalam komputer, dan agar komputer dapat berfungsi dengan baik, pastikan CPU tidak mengalami masalah. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah CPU tidak mau menyala, yang tentu bisa membuat pengguna panik, terutama jika sedang membutuhkan komputer untuk tugas mendesak. Masalah ini sebenarnya bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satu yang paling umum adalah kerusakan pada RAM. Meskipun begitu, tidak perlu langsung panik. Sebaliknya, Anda bisa melakukan beberapa langkah sederhana untuk mengatasi masalah tersebut sebelum memutuskan untuk meminta bantuan teknisi. Periksa Kabel Salah satu alasan kenapa CPU mati mungkin karena masalah pada kabel. Itulah kenapa, pertama kali pengguna harus memeriksanya dengan benar. Sistem penerima daya pada CPU ditunjukkan dengan keberadaan LED pada komponen internal PC. Cara memeriksa kabel CPU adalah sebagai berikut: Tes stop kontak listrik dinding sudah aktif dengan menghubungkan perangkat yang berfungsi dan juga melihat apakah perangkat tersebut menyala. Setelah itu, pastikan semua pelindung lonjakan listrik atau soker eksternal sudah tersambung dengan benar. Pastikan bahwa kabel daya PC sudah terhubung dengan benar karena jika longgar maka CPU tidak akan menyala. Cek Perangkat Keras Ketika CPU komputer tidak mau menyala, pengguna bisa mengecek perangkat keras. Perhatikan apakah pemasangan komponennya sudah benar atau belum. Pastikan komponen komputer terpasang dengan tepat, khususnya bagian RAM, kabel motherboard, heatsink, hingga RAM. Bahkan, bila perlu coba lepaskan semua komponen dan pasang kembali sehingga sudah pasti terpasang dengan benar. Apabila curiga terdapat komponen yang rusak, pengguna bisa melakukan booting tanpa memasang komponen terkait. Dengan begitu, CPU pasti akan menyala seperti semula. Periksa Tombol Daya Harga komputer yang tidak murah membuat pengguna harus kritis. Ketika CPU komputer tidak mau menyala, maka bisa periksa seluruh bagiannya, termasuk tombol daya. Kemungkinan terdapat masalah pada tombol pada casing atau kabel saat menyambungkan tombol ke motherhood CPU. Periksa bagian motherhood dengan baik. Pastikan bahwa kabel power motherhood sudah benar-benar terpasang dengan baik. Sehingga, tombol daya bisa langsung berfungsi sangat ditekan. Kemungkinan beberapa pengguna lupa untuk memasang kabel ini. Sebab, kabel motherhood baru dipasang setelah menyelesaikan perakitan CPU komputer. Hindari Kabel Konverter Menghindari penggunaan kabel konverter adalah langkah yang sangat penting bagi pengguna Maxcloud, karena penggunaan kabel konverter menunjukkan bahwa PSU (Power Supply Unit) tidak didesain untuk mendukung konfigurasi tersebut. Salah satu contoh umum adalah kabel konverter dari Molex ke SATA atau bahkan dari Molex ke 8 (6+2) Pin untuk VGA. Untuk penggunaan standar seperti menambah HDD atau SSD, mungkin masih terasa aman meskipun tetap tidak direkomendasikan. Namun, jika PSU dengan merek tidak terkenal dipaksa untuk mendukung kartu grafis seperti GTX 1660 Ti saat full-load, risikonya jauh lebih besar dan dapat menimbulkan kerusakan yang serius pada komponen komputer. Bersihkan CPU Sebagai informasi, debu juga bisa menjadi sumber masalah. Pengguna harus membersihkan CPU jika terlalu banyak debu yang menumpuk. Kotoran yang menumpuk pada komponen ini akan membuat kinerjanya tidak maksimal. Alhasil, CPU bahkan tidak bisa menyala meski sudah ditekan. Jadi, itulah berbagai cara mengatasi komputer yang mati. Periksa seluruh komputernya dengan baik dan teliti sehingga masalah di dalamnya bisa terlihat. Sumber: https://swalayankomputer.com/blog/cpu-komputer-tidak-mau-menyala Bila memerlukan berbagai perlengkapan IT mulai dari aksesoris, sparepart, hingga perangkat terbaru langsung saja ke AgeeComputer, lengkap, terpercaya, dan siap jadi solusi kebutuhan IT mu!

6 Manfaat Pemasangan CCTV Untuk Bisnis Anda

CCTV saat ini menjadi salah satu perangkat penting yang harus perusahaan miliki. Kehadirannya dapat meningkatkan keamanan di dalam perusahaan. Salah satu manfaat pemasangan CCTV adalah mencegah terjadinya tindak kejahatan. Pengawasan keamanan di dalam perusahaan juga harus benar benar menjadi perhatian. Apalagi di era sekarang ini tindak kejahatan jika tidak mendapatkan pengawasan akan semakin merajalela. Untuk itulah memasang CCTV merupakan perihal penting bagi perusahaan saat ini. Kemunculan CCTV di dunia industri memang cukup bersejarah. Perangkat elektronik satu ini dengan kemampuannya mampu merekam berbagai aktivitas hanya dari kamera kecil. Kemudian rekaman tersebut langsung terkirim ke layar monitor. Dengan semakin berkembangnya zaman, CCTV juga mengalami banyak perubahan. Teknologi ini semakin canggih dan dapat memberikan banyak manfaat khususnya pada aktivitas industri di sebuah perusahaan. Manfaat Memasang CCTV di Kantor Perusahaan manapun tentu menggunakan keamanan tingkat tinggi. Salah satu upaya dalam mewujudkannya adalah dengan memasang CCTV. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa perusahaan Anda peroleh setelah memasang CCTV. 1. Mengoptimalkan Keamanan Perusahaan Manfaat pertama yang dapat perusahaan rasakan setelah memasangnya adalah peningkatan pada keamanan. Kehadiran CCTV memungkinkan perusahaan untuk melakukan pengawasan secara real time. Keamanan ini berkaitan dengan pencegahan tindak kejahatan. Dengan menggunakan teknologi yang terhubung ke televisi, maka seseorang bisa memantau perusahaan selama 24 jam. Kehadiran CCTV juga membuat semua kegiatan terekam dengan baik sehingga bisa menjadi barang bukti juga. 2. Mencegah dan Mengantisipasi Aktivitas Kriminalitas Manfaat selanjutnya yang dapat Anda peroleh dalam pemasangan CCTV ini adalah kekhawatiran pelaku kriminal. Perusahaan yang sudah dilengkapi dengan CCTV dapat membuat pelaku kriminal yang ingin melancarkan aksinya berpikir dua kali. Biasanya para pelaku kriminal ini akan melakukan observasi terlebih dahulu sebelum melancarkan aktivitas kejahatannya. Apabila terlihat ada banyak CCTV di sebuah bangunan atau perusahaan, maka biasanya para pelaku kriminal ini akan mengurungkan niatnya. 3. Pemantauan Area dalam Kantor Lebih Luas Salah satu manfaat besar yang begitu berdampak berkat kehadiran CCTV adalah sistem pemantauan. Hal ini sangat penting bagi perusahaan terutama jika areanya luas. Dengan memasang CCTV aktivitas pemantauan bisa menjadi lebih luas. Hanya dengan sebuah layar monitor saja, seseorang dapat memantau beberapa titik sekaligus secara bersamaan. Hal ini jelas sangat membantu dalam mengawasi semua kegiatan industri yang terjadi dalam perusahaan. 4. Mengawasi dan Memantau Kinerja Karyawan Tentunya setiap pemilik perusahaan menginginkan karyawannya bekerja dengan baik. Hal ini bisa Anda lakukan apabila tahu apa yang para pegawai kerjakan apakah sudah sesuai dengan job desk atau tidak. CCTV dapat membantu perusahaan melakukan hal ini. Keberadaan CCTV dapat membuat para karyawan bekerja lebih efektif dan produktif karena adanya rasa terawasi. Hal ini sudah jelas akan meningkatkan kinerja para pekerja dan berdampak positif pada perusahaan tentunya. 5. Menjadi Bahan Penilaian Kinerja Pegawai Untuk meningkatkan kinerja dan juga produktivitas perusahaan, kegiatan evaluasi terus dilakukan. Salah satu manfaat menggunakan CCTV adalah dapat membantu perusahaan menilai kinerja para pegawai secara akurat. Penilaian akan lebih baik karena tersediannya rekaman kerja ini. CCTV dapat merekam aktivitas para pegawai apakah sudah bekerja sesuai dengan kebutuhan atau tidak. Mengambil sampel data dari CCTV sebagai bahan penilaian kinerja akan sangat akurat karena terekam dengan baik. 6. Meminimalisir dan Mencegah Kecelakan Kerja Resiko terjadinya kecelakaan kerja memang selalu ada di dalam perusahaan. Untuk terhindar hal hal buruk seperti ini pengawasan dan antisipasi harus perusahaan lakukan. Kehadiran CCTV dapat membantu pemilik perusahaan lebih jeli dalam mengamati aktivitas produksi. Tentu saja kemungkinan akan terjadi kesalahan dalam bekerja bisa seseorang atasi apabila pengawasan berjalan maksimal. CCTV dapat melakukan hal ini dengan sangat baik karena pengawasan berjalan secara optimal.   Sumber : https://www.bhinneka.com/blog/manfaat-pemasangan-cctv/ Bila Anda sedang mencari CCTV berkualitas untuk pemasangan di kantor Anda, Agee Computer siap membantu Anda. Tersedia berbagai jenis CCTV yang dapat Anda gunakan untuk berbagai kebutuhan.

Cara Mengatasi Komputer No Signal dengan Mudah dan Cepat

Mengetahui cara mengatasi komputer no signal pada komputer sangatlah penting. Ketika kondisi ini terjadi, penggunaan komputer menjadi kurang optimal, dan monitor, yang berfungsi sebagai alat untuk menampilkan input, sistem, dan output, tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Monitor memungkinkan pengguna untuk melihat secara visual berbagai aktivitas yang dilakukan oleh komputer, sehingga peranannya sangat vital. Jika monitor tidak berfungsi dengan optimal, pengguna akan menghadapi kesulitan dalam menjalankan tugas-tugasnya. Salah satu masalah umum yang sering terjadi adalah munculnya pesan “no signal” pada layar, yang mengindikasikan bahwa monitor tidak menerima sinyal dari komputer. Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Berikut adalah ulasan selengkapnya mengenai langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasi masalah ini. Cara Mengatasi Komputer No Signal dengan Mudah Masalah “no signal” pada komputer dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu penyebab umum adalah kerusakan pada output, sistem operasi, atau kondisi komputer yang tidak optimal karena usia pemakaian. Meskipun banyak hal yang bisa menyebabkan masalah ini, jangan panik! Ada beberapa cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diambil: 1. Periksa Kabel Monitor Langkah pertama yang paling sederhana dan sering kali efektif adalah memeriksa kabel koneksi. Pastikan komputer dan monitor dalam keadaan mati sebelum Anda melakukan pemeriksaan. Lepaskan kabel VGA atau HDMI yang menghubungkan keduanya. Periksa apakah ada kotoran atau debu yang menempel pada ujung kabel. Jika ada, bersihkan dengan lembut menggunakan kain kering. Selain itu, periksa apakah ada bagian kabel yang bengkok, putus, atau terkelupas. Pasang kembali kabel dengan kuat dan pastikan terhubung dengan benar pada port yang sesuai di komputer dan monitor, lalu nyalakan kembali komputer dan monitor. 2. Periksa RAM Masalah pada RAM (Random Access Memory) juga bisa menjadi penyebab munculnya pesan “no signal” pada monitor. RAM berfungsi sebagai memori sementara untuk menyimpan data yang sedang digunakan oleh prosesor. Jika RAM bermasalah, proses rendering gambar ke layar akan terganggu, menyebabkan layar menjadi hitam atau menampilkan pesan “no signal”. RAM yang bermasalah dapat membuat sistem tidak stabil dan sering mengalami crash, serta munculnya garis-garis aneh atau gambar yang terdistorsi. Untuk memeriksa RAM sebagai mengatasi komputer no signal, matikan komputer dan cabut kabel daya.  Buka casing komputer dan pastikan slot RAM terpasang dengan kuat. Periksa apakah ada pin yang bengkok atau kotor. Jika Anda memiliki lebih dari satu slot RAM, keluarkan satu per satu dan bersihkan kontaknya dengan penghapus pensil. 3. Periksa Motherboard Langkah berikutnya adalah memeriksa motherboard, komponen utama yang menghubungkan semua perangkat keras dalam komputer. Masalah pada motherboard dapat mengganggu komunikasi antara komponen, termasuk pengiriman sinyal video ke monitor. Periksa secara visual apakah ada komponen yang rusak, bengkok, atau kotor, terutama di sekitar socket prosesor, slot RAM, dan chipset. Jika Anda mencurigai ada komponen pada motherboard yang rusak, Anda mungkin perlu menggantinya dengan yang baru. Namun, langkah ini sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang berpengalaman. Memperiksa dan memperbaiki motherboard memerlukan keahlian khusus. Jika Anda merasa kurang yakin, sebaiknya serahkan pada teknisi komputer yang berpengalaman. Anda bisa mengunjungi Swalayan Komputer, toko komputer terbaik, untuk mendapatkan bantuan dan solusi yang tepat. Dengan langkah-langkah ini, mengatasi komputer no signal dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Memilih komputer atau laptop adalah keputusan yang penting, dan Anda perlu melakukannya dengan cermat. Pastikan untuk memilih grosir komputer atau laptop yang menjamin kualitas barang yang mereka tawarkan. Sumber: https://swalayankomputer.com/blog/mengatasi-komputer-no-signal Bila memerlukan berbagai perlengkapan IT mulai dari aksesoris, sparepart, hingga perangkat terbaru langsung saja ke ageecomputer, lengkap, terpercaya, dan siap jadi solusi kebutuhan IT mu!

Card image cap
Card image cap

Barang Unggulan

Aplikasi Web/Apk

Semua

Kursi Kantor

Semua

Projector Standard

Semua

Almari Arsip

Semua

Printer Multifungsi

Semua

Galeri

2026-Apr-06
2026-Apr-06

Galeri Lain

Semua

Privat Info APlikasi Silsilah di kantor Samsat DKI jakarta

Privat Info APlikasi Silsilah di kantor Samsat DKI jakarta bersama Bpk. Agus, Privat meeting ini membahas Fitur aplikasi dan rencana order untuk kebutuhan pencatatan keuluarga dari Bpk Agus. Alhamdulillah berjalan lancar dan aplikasi selesai dibuat.

Card image cap

Testimoni

-

@asdasdas

sasf vdsfasf asf

@JNE

-

@asdasdasdad

-asdasdasdasdasd

@1aasdasd

Klien Corporate

Produk

Home Products Contact